Anak kecil cenderung percaya kepada omongan orang. Tapi ternyata walaupun sudah berkali-kali “dibohongi” pun, mereka tetap percaya! Sebuah studi melakukan observasi terhadap anak-anak berusia 3 tahun. Hasil dari studi ini ternyata cukup mengejutkan! Pada studi ini, seorang dewasa memperlihatkan sebuah mangkok merah dan mangkok kuning kepada anak-anak tersebut, kemudian menyembunyikan sebuah stiker di dalam mangkok merah. Beberapa anak diberi tahu (yang tidak benar) kalau stiker tersebut berada di mangkok kuning, sementara sisanya diperlihatkan sebuah panah yang menunjuk pada mangkok kuning tanpa diberitahukan apapun. Anak-anak tersebut diminta bila mereka menemukan stikernya, mereka boleh menyimpannya. Percobaan ini dilakukan berulang kali, sebanyak 8 kali dengan warna mangkok yang berbeda-beda. Anak-anak yang melihat panah yang diletakkan orang dewasa tersebut pada posisi mangkok yang salah lebih cepat untuk belajar tidak mempercayai tanda ini. Namun anak-anak yang diberitahu letak stiker di tempat yang salah, ternyata tetap mempercayai kalau yang diucapkan orang dewasa adalah benar. Jadi dalam 8 kali percobaan, 9 dari 16 anak tersebut tetap tidak pernah menemukan lokasi stiker yang tepat karena selalu percaya pada perkataan orang dewasa tersebut (yang selalu sengaja mengatakan yang sebaliknya). Pada akhir permainan tetap semua anak diberikan stiker tersebut. Hasil ini cukup mengejutkan. Dengan ini orangtua perlu ekstra berhati-hati dalam mengajari anak-anak karena mereka sangat mudah percaya dengan perkataan orang. Sumber: Medline