Negeri Tirai Bambu perlu untuk meningkatkan peringatan akan kesehatan yang berupa teks dengan ditambahkan gambar terkait penyakit yang disebabkan oleh tembakau. Peringatan kesehatan pada bungkus rokok di Cina akan meningkatkan kesadaran tentang bahayanya merokok, membantu mengurangi tingkat merokok. Aksi ini akan dapat menyelamatkan nyawa penduduk China, berdasarkan studi global. Perwakilan WHO di Cina, dr Bernhard Schwartlander, mengatakan laporan ini menyajikan kasus yang sangat menarik untuk pengenalan memakai gambar atau grafis dengan ukuran besar. [caption id="attachment_27599" align="aligncenter" width="675"]bungkus rokok dengan peringatan bergambar Contoh bungkus rokok dengan peringatan bergambar[/caption] [caption id="attachment_27600" align="aligncenter" width="640"]Peringatan bergambar pada bungkus rokok Peringatan bergambar pada bungkus rokok - FDA US[/caption] “Rata-rata para perokok di Cina merokok 15 – 17 batang per hari. Ini artinya, rata-rata perokok terkena peringatan kesehatan lebih dari 6200 kali dalam satu tahun hanya dengan merokok setiap batang dari sebungkus rokok. Membuat peringatan melalui bungkus rokok lebih efektif karena dapat memperingatkan perokok akan bahaya merokok dan mendorong mereka untuk berhenti merokok. Selain itu, hal ini pun dirasa menjadi hemat biaya untuk pemerintah dan juga hampir tidak membutuhkan sumber daya keuangan untuk melaksanakannya,” jelas Dr Schwartlander. Laporan ini juga menekankan pada kesuksesan dan efektivitas penerapan peringatan bergambar pada negara-negara lain dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan persepsi risiko rokok terhadap kesehatan. “Peringatan bergambar pada bungkus rokok ini menyebabkan motivasi yang lebih besar di antara perokok untuk berhenti dan menurunkan motivasi di kalangan non-perokok untuk memulai, "kata Profesor Geoffrey Fong dari Universitas Waterloo di Kanada, ITC Proyek Principal Investigator, dan rekan penulis laporan baru. Profesor Fong menambahkan berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan di Cina didapatkan hasil bahwa peringatan kesehatan di Cina yang hanya berupa teks sangat tidak efektif. “Dengan lebih dari 300 juta perokok, maka ada kebutuhan mendesak bagi Cina untuk memperkenalkan kebijakan bahwa bukti menunjukkan pekerjaan,” tambahnya. Laporan ini juga menyoroti bagaimana label peringatan bergambar dengan ukuran yang lebih besar pada bungkus rokok akan membantu implementasi penuh dari WHO FCTC dalam mengurangi pertumbuhan beban penyakit tidak menular di Cina. "Penyakit tidak menular yang berasosiasi dengan tembakau akan menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan dan kehidupan orang-orang Cina, juga menciptakan beban berat pada pengembangan sosial ekonomi," kata Dr Liang Xiaofeng, Deputi Direktur Pusat China untuk Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. Selain itu meningkatkan kesadaran tentang bahaya merokok bagi kesehatan sangat penting di Cina.  Saat ini kesadaran akan bahaya merokok dinilai masih rendah. Bahkan ada sebuah tradisi di Cina, orang menyajikan rokok satu sama lain dan memberikan rokok sebagai hadiah. “Mendidik orang tentang bahaya tembakau melalui peringatan bergambar pada bungkus rokok akan menjadi salah satu cara yang paling langsung dan efektif untuk mengurangi penggunaan tembakau, "tambah Dr Liang. Label peringatan bergambar pada bungkus rokok selain berpengaruh kuat  juga cenderung menjadi populer dengan masyarakat, menurut Dr Wang Ke'an, Direktur Pusat Penelitian ThinkTank Pengembangan Kesehatan. "ThinkTank telah melakukan pameran terhadap peringatan bergambar pada bungkus rokok di seluruh Cina sejak September 2011 dan selama pameran tersebut 85% dari semua orang yang mengikuti survei yang diadakan ternyata mendukung adanya label peringatan bergambar pada bungkus rokok," kata Dr Wang. Cina harus segera menerapkan peringatan bergambar,  setidaknya 50% dari bagian atas depan dan belakang bungkus untuk menghormati komitmennya terhadap WHO FCTC, untuk mencapai tujuan dari Rencana Pengendalian Tembakau Nasional China, dan untuk melindungi kesehatan masyarakat di negara kita. Dr Wang menambahkan bahwa dengan peringatan bergambar ini juga akan mendidik semua orang - muda, tua, anak-anak, dan yang lebih penting, masyarakat di daerah tertinggal yang mungkin buta huruf yang tidak bisa membaca label peringatan berupa teks. Saat ini, 28,1% lebih dari 1 miliar orang dewasa di Cina adalah perokok. Ini termasuk 52,9% pria dan 2,4% wanita. Diperkirakan bahwa penggunaan tembakau membunuh lebih dari 1 juta orang setiap tahun di China, yang akan meningkat menjadi 3 juta setiap tahun pada tahun 2050 jika tingkat merokok saat ini tidak berkurang. "Pentingnya memperkuat label peringatan tembakau pada bungkus rokok di Cina juga perlu dilihat dalam konteks rencana pemerintah untuk memperkenalkan undang-undang nasional yang membuat tempat-tempat umum-bebas asap-  dengan meningkatkan kesadaran masyarakat bahaya tembakau, peringatan bergambar pada bungkus tembakau akan membantu untuk memperkuat kebijakan ini," ujar dr Schwartlander. Jadi saat ini adalah saat yang baik dan tepat Cina mulai peduli terhadap kebiasaan merokok masyarakatnya karena ke depannya kesejahteraan ekonomi dan sosial masa depan negara akan tergantung hal ini. “Bukti dan rekomendasi yang disampaikan dalam laporan ini, jika diterapkan, akan membantu China untuk melakukan hal itu," lanjut Dr Schwartlander.   Sumber: Graphic photos on tobacco packs save lives: WHO Report. [homepage on the Internet]. 8 April 2014 [cited 2014 May 29]. Available from: WHO Western Pacific, Web site: http://www.wpro.who.int/china/mediacentre/releases/2014/20140408/en/ Penulis: Gloria Safira - Jurnalis TanyaDok Review Medis: dr. Agnes Susanto - Editorial TanyaDok