Permasalahan pada bentuk kaki merupakan salah satu masalah yang dihadapi para wanita. Kaki dengan bunion atau dalam istilah medis dikenal dengan hallux valgus merupakan bentuk kaki dengan adanya benjolan di sisi sendi tulang ibu jari kaki. Benjolan ini terjadi bila persendian ibu jari kaki melebar dan berbelok ke arah jari telunjuk. Ini merupakan perubahan pada kerangka tulang dan persendian dari sendi ibu jari kaki. Terdapat sekitar 2-4% kasus bunion pada populasi. Angka kejadian pada wanita lebih tinggi dibandingkan pada pria. Walau tidak jelas alasan angka kejadian lebih tinggi terjadi pada wanita dibandingkan pria, pemilihan sepatu dapat menjadi salah satu faktor risiko terjadinya bunion. Berdasarkan literatur, insiden hallux valgus terjadi pada 48% wanita dan 33% pada pria yang kesehariannya mengenakan sepatu; 2% pada populasi yang umumnya jarang sekali menggunakan sepatu. Bahkan pada populasi yang lebih sering telanjang kaki, angka kejadian hallux valgus tetap lebih tinggi pada jenis kelamin wanita. Maka, faktor genetik dipikirkan menjadi salah satu faktor terjadinya hallux valgus. Pada sebuah studi terdahulu, 77% kasus mempunyai riwayat ibu dengan valgus hallux. Beberapa kasus bunion tidaklah nyeri dan tidak membutuhkan penanganan berupa tindakan operasi. Namun untuk beberapa orang, bunion menimbulkan keluhan nyeri. Maka dari itu penggunaan sepatu dengan bagian depan yang lebar, kemudian sepatu datar atau hak tidak terlalu tinggi dengan bahan kulit lembut dapat menjadi pilihan. Wanita memiliki risiko sebesar sembilan kali lipat dibandingkan pria untuk dioperasi. Tindakan operasi tentunya berdasarkan tingkat keparahan dari deformitas hallux valgus, derajat kemiringan dari persendian. Dalam pemeriksaan klinis, bila terjadi derajat kemiringan valgus lebih dari 40 derajat, maka dikategorikan sebagai deformitas derajat berat. Operasi akan diindikasikan bila keluhan nyeri terjadi terus dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Tindakan ini akan memperbaiki persendian ibu jari kaki dan struktur tulang kaki, kemudian akan memperbaiki adaptasi dari jaringan lunak serta mengurangi rasa sakit. Terdapat berbagai prosedur dari tindakan operasi, tindakan nantinya dilakukan berdasarkan dari hasil pemeriksaan X-ray, umur, tingkat aktivitas, serta faktor lainnya. Durasi pemulihan pun juga bervariasi bergantung pada tindakan operasi yang dilakukan. sumber: www.aaos.org