Tak tinggal diam, sejak Organisasi Dunia (WHO) menyatakan situasi darurat kesehatan internasional terhadap virus ebola, pemerintah Indonesia pun tak ketinggalan menyatakan kesiagaannya. Wakil Menteri Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, mengatakan seiring penetapan status darurat terkait ebola, itu berarti wabah ebola bukan lagi menjadi masalah negara terjangkit semata namun semua negara di dunia harus lebih waspada. Indonesia sudah melakukan beberapa langkah pencegahan. Salah satunya, penyiapan kantor kesehatan pelabuhan di pintu-pintu masuk, terutama di bandar udara. Rumah sakit yang dulu menjadi tempat rujukan flu burung juga disiapkan. Ada juga, Laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan dengan level keamanan biologi tiga (biology safety level 3) telah siap dipakai untuk memeriksa jika ada pasien terduga ebola di Tanah Air. Walaupun begitu, belum ada pelarangan bepergian ke negara terjangkit. Pemerintah hanya mengimbau masyarakat untuk menunda kepergian ke negara terjangkit. "Kalau tidak mendesak, sebaiknya rencana kepergian ditunda," ujar Ghufron. Adapun, terkait dengan calon jemaah haji yang akan pergi ke Tanah Suci juga telah dilakukan koordinasi dengan Kementrian Agama. Pemerintah Arab Saudi tidak menerbitkan visa haji bagi 7.400 calon jemaah haji dari negara terjangkit. Selain itu, Kepala Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama menyatakan, status darurat ebola bukanlah hal baru. Sebab sebelumnya, Komite Darurat WHO sudah menentukan beberapa penyakit berstatus darurat atau belum, seperti pada penyakit flu babi (H1N1), polio liar, dan sindrom gangguan pernapasan Timur Tengah (MERS-CoV). Secara klinis, mereka yang terinfeksi ebola mengalami gejala demam, lemas, nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorok, muntah, diare, yang memicu kerusakan ginjal dan hati, serta pendarahan. Selain itu, ebola tidak menular lewat udara, tetapi lewat kontak langsung dengan darah, feses dan lain-lain dari pasien. "Dengan gejala-gejala itu, kecil kemungkinan orang terinfeksi Ebola dapat bepergian dengan pesawat,"tuturnya. Sumber : Kompas.com