Studi menunjukkan, wanita postmenopause memperlihatkan hasil berupa memori yang lebih baik setelah terapi harian dengan testosteron selama 6 bulan. Perlu diketahui, memang perempuan mempunyai risiko lebih tinggi terkena demensia dibanding laki-laki. Penelitian ini menawarkan terapi potensial yang belum pernah ada sebelumnya untuk memperlambat penurunan kognitif pada wanita.  Para peneliti membandingkan kelompok kontrol dari 30 perempuan yang tidak dilakukan apapun dengan kelompok sembilan wanita sehat pada menopause dini (usia 47-60) yang dengan sengaja menerima terapi testosteron. Pada akhir penelitian, semua wanita menjalani tes fungsi kognitif dengan tes komputerisasi yang dapat mendeteksi bahkan perubahan kecil dalam kinerja kognitif. Para peneliti menilai memori subjek melalui kemampuan mereka untuk mengingat daftar belanjaan, membacakan kepada mereka-tes pembelajaran verbal dan memori, dan menilai kinerja mereka pada tes belajar visual dan memori. Pengujian kognitif terjadi pada awal dan akhir (minggu 26) penelitian. Hasil akhirnya, perempuan yang mendapat terapi testosteron tampil dalam keadaan sehat dan tanpa gangguan kognitif. Dari sini dapat disimpulkan, testosteron mungkin memainkan peran protektif terhadap demensia. Penemuan ini dipresentasikan baru-baru ini di  Pertemuan 93 Tahun 'The Endocrine Society'  di Boston.   Sumber-ANI