Bagi para penderita kolesterol tinggi pasti sudah tak asing lagi dengan obat yang satu ini. Statin adalah obat yang dapat menurunkan biosintesis kolesterol dan berakibat penurunan kadar kolesterol dalam darah. Banyak penelitian telah memperlihatkan bahwa penggunaan statin jangka pendek mempunyai dampak minimal pada risiko perkembangan kanker, namun tidak terlalu banyak diketahui dampaknya dalam penggunaan jangka panjang. Baru dalam 10 tahun belakangan ini penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan statin jangka panjang tidak meningkatkan risiko berkembangnya kanker, seperti disebutkan oleh Eric J. Jacobs, direktur strategi farmakoepidemiologi di American Cancer Society. Berdasarkan penelitian, penggunaan statin selama 5 tahun atau lebih tidak mempengaruhi risiko perkembangan kanker kandung kemih, payudara, usus besar, paru, pankreas, prostat atau ginjal. Selain itu, jika dibandingkan dengan mereka yang tidak mengkonsumsi obat ini, penggunaan statin untuk 5 tahun atau lebih bahkan berhubungan dengan penurunan risiko melanoma, kanker endometrial, dan limfoma non-Hodgkin. Namun, menurut Jacob, hasil dari penurunan risiko melanoma, kanker endometrial, dan limfoma non-Hodgkin masih harus ditafsirkan secara hati-hati. Penelitian ini belum mencapai kesimpulan akhir dan penemuan ini masih membutuhkan penyelidikan lebih lanjut, menurut para peneliti. Sumber : HealthDay News. Long-Term Statin Use Won't Raise Cancer Risk: Study.