Ternyata pada sebuah studi disebutkan bahwa 11.6% dari remaja perempuan yang belum pernah berhubungan seksual juga dapat terinfeksi dengan satu jenis strain dari Human Papillomavirus (HPV). Hal ini dapat dilihat bahwa bahkan remaja perempuan yang belum pernah berhubungan seksual pun juga memiliki risiko. Seperti kita ketahui sebelumnya, infeksi HPV merupakan penyakit menular seksual yang transmisinya dapat melalui kontak seksual melalui vagina ataupun anal. Selain itu perlu diketahui bahwa kontak secara genital-genital ataupun tangan-genital juga dapat meningkatkan risiko infeksi HPV. Berdasarkan National Cancer Institute, terdapat lebih dari 40 jenis strain HPV yang ditransmisikan secara kontak seksual dapat menyebabkan kanker. Maka, salah satu rekomendasi untuk program pencegahan infeksi HPV adalah pemberian vaksin HPV untuk perempuan saat berusia 11-12 tahun sebelum terjadinya hubungan seksual secara aktif. Menurut Lea Widdice, asisten Profesor dari bagian Anak Cincinnati Children’s Hospital; usia 11-12 tahun tidak terlalu cepat, sebab sebelum aktif dalam hubungan seksual pun anak-anak juga sudah terpapar dengan HPV. Studi yang dilakukan oleh Widdice,et al dilakukan pada suatu komunitas yang umumnya terdiri dari komunitas Afrika-Amerika. Penelitian selanjutnya pun dibutuhkan sehingga dapat lebih diaplikasikan di populasi secara menyeluruh. Tentunya perbedaan komunitas dan pola hidup dari tiap orang akan mempengaruhi tingkat dari angka kejadian HPV. Pada studi ini didapat bahwa 259 perempuan berusia 13-21 tahun yang berkunjung ke klinik di Cincinnati mendapatkan vaksinasi HPV di antara tahun 2008 dan 2010. Kemudian, mayoritas dari partisipan adalah komunitas Afrika-Amerika (78%) dan 75% dari mereka mempunya asuransi kesehatan. Pada studi ini dikumpulkan data mengenai pernah tidaknya kontak seksual. Kemudian, sampel juga dikumpulkan yang berasal dari swab vagina dan swab serviks. Lalu, dilakukan pemeriksaan HPV. Hasil dari studi ini antara lain: 109 partisipan (73%) pernah melakukan hubungan seksual, dan beberapa dari mereka memiliki lebih dari satu pasangan. Kemudian, 133 (70%) dari mereka terinfeksi oleh HPV. Sedangkan terdapat 69 partisipan yang belum pernah berhubungan seksual, 8 di antaranya ternyata terinfeksi HPV; 2 terinfeksi HPV-16 yang merupakan salah satu penyebab dari kanker serviks. Berdaarkan Eduardo Franco seorang epidemiologis kanker dari McGill University, Montreal; hasil dari penelitian ini juga dapat dipengaruhi dari sumber sampel, apakah sampel didapat dari vagina atau serviks. Kemudian dijelaskan bahwa tentunya kanker serviks akan lebih berisiko pada orang yang sudah pernah berhubungan seksual. Vaksin HPV tentunya diberikan sebelum infeksi HPV semakin memberat. Berdasarkan Eduardo Franco, wanita yang sudah terinfeksi HPV pada vagina juga dapat mendapatkan proteksi terhadap infeksi pada serviks dengan vaksin HPV ini. Sumber: myhealthnewsdaily-msnbc.msn