Tanggal 25 April hingga 30 April 2015, dunia internasional memperingati Pekan Imunisasi Dunia 2015 dengan tema yang diusung oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), “Closing the Imunization Gap”. Tema ini diangkat karena 1 dari 5 anak di dunia masih belum terimunisasi. Hal ini menyebabkan 1,5 juta anak setiap tahunnya meninggal akibat penyakit infeksi yang bisa dicegah oleh imunisasi. Kementrian Kesehatan RI dalam pekan imunisasi ini juga merayakannya dengan mengangkat tema “Bersama Wujudkan Cakupan Imunisasi Yang Tinggi Dan Merata”. Cakupan imunisasi dasar lengkap di Indonesia tahun 2013 adalah 86,8%. Target cakupan imunisasi dasar lengkap Kemenkes RI yang dikemukakan oleh Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP dan PL) dr. H. Mohamad Subuh, MPPM adalah sebesar 91% di akhir tahun 2015 dan meningkat menjadi 93% di tahun 2019. “Kondisi geografis Indonesia juga merupakan tantangan bagi program imunisasi”, lanjutnya. “Namun, Kementerian Kesehatan”, kata dr. Subuh, “saat ini juga telah melakukan berbagai upaya untuk menjamin akses pelayanan imunisasi di di daerah sulit dan sulit dijangkau dengan bekerja sama dengan lintas sektor lainnya, menjamin ketersediaan vaksin, dan pelatihan bagi petugas kesehatan”. Menurut dr. Subuh, langkah penting untuk mencapai target cakupan imunisasi dasar lengkap nasional adalah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi untuk menyelamatkan kehidupan dan membantu masyarakat mendapatkan akses pelayanan imunisasi yang komprehensif dan bermutu. Saat ini Ditjen PP dan PL menggiatkan kegiatan edukasi kepada masyarakat serta memperluas akses dan cakupan terhadap imunisasi. Upaya edukasi yang dilakukan oleh Kementrian Kesehatan RI dalam rangka Pekan Imunisasi Dunia adalah:
  1. Mematahkan rumor mengenai kandungan etil merkuri dalam vaksin yang berbahaya dan dapat merusak otak. Kandungan etil merkuri dalam vaksin memberikan paparan sebesar 2 mcg/kgBB/minggu yang jauh di bawah dari batas aman kandungan etil merkuri menurut WHO adalah 159 mcg/kgBB/minggu. Jadi vaksin AMAN untuk diberikan dan kandungan etil merkuri di dalamnya TIDAK menyebabkan kerusakan otak.
  2. Rumor mengenai halal atau tidaknya vaksin yang beredar, perlu disikapi berdasarkan fakta bahwa vaksin untuk imunisasi di Indonesia adalah buatan BUMN Indonesia yang sudah diekspor ke lebih dari 120 negara di dunia termasuk 36 NEGARA yang mayoritas penduduknya adalah MUSLIM. Proses penelitian vaksin juga diawasi secara ketat oleh para ahli vaksin.
  3. ASI, gizi dan suplemen herbal bisa membantu peningkatan daya tahan tubuh secara umum namun, untuk beberapa penyakit tertentu, tubuh perlu pertahanan khusus. IMUNISASI membentuk antibodi khusus sebagai pertahanan spesifik tubuh melawan penyakit tersebut sehingga mencegah penularan penyakit tertentu secara cepat, efisien dan efektif.
  4. Mereka yang TIDAK mendapatkan imunisasi akan MUDAH tertular dan sakit serta MENULARKAN penyakit ini kepada anak lainnya sehingga mudah terjadi WABAH. Hal inilah yang akan berujung pada kematian dan kecacatan yang sebenarnya BISA dicegah.
Mari kita dukung upaya Kementerian Kesehatan RI dan lindungi anak tercinta dari penyakit berbahaya yang sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi!   Sumber: Depkes. 2015. Kemenkes RI Gelar Temu Media Pekan Imunisasi Dunia 2015. http://pppl.depkes.go.id/focus?id=1543. Diakses 23 April 2015 Kemenkes. 2015. Buku Panduan Pekan Imunisasi 2015. http://www.slideshare.net/sehatnegeriku/buku-panduan-pekan-imunisasi-2015. Diakses tanggal 23 April 2015