Masih ingat tentang kejadian pasien meninggal di Siloam Hospital pada bulan Februari lalu akibat pemberian obat? Pihak BPOM telah turun tangan untuk mengatasi kejadian ini. Kejadian tersebut diduga karena adanya kesalahan dalam pemberian obat injeksi Buvanest Spinal 0,5% yang mengakibatkan dua pasien meninggal. Berdasarkan siaran pers yang dikeluarkan oleh BPOM menjelaskan bahwa BPOM telah menindaklanjuti kejadian tersebut dengan melakukan investigasi kejadian ini. Hasil inspeksi atas kejadian tersebut, selanjutnya pihak BPOM melakukan beberapa regulasi, yaitu: 1. Memberikan surat peringatan kepada beberapa instansi kesehatan, yaitu Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dan pimpinan apoteker untuk tidak menggunakan ataupun menjual obat Injeksi Buvanest Spinal 0,5% yang diproduksi oleh Industri Farmasi PT. Kalbe Farma. 2. Pencabutan izin edar terkait Injeksi Buvanest Spinal 0,5%. 3. Pemusnahan semua persediaan obat Injeksi Buvanest Spinal 0,5% dan menarik peredasaran obat dari pasaran. Sanksi tersebut diberikan oleh BPOM kepada PT Kalbe Farma untuk menghindari kejadian serupa terulang kembali. Perlunya kontrol kuat terkait distribusi dan pembuatan obat oleh BPOM dan kerjasama yang baik oleh perusahaan farmasi untuk melindungi hak konsumen. Sumber: Badan POM. 2015. Penjelasan Badan POM Tentang Kejadian Tidak Diinginkan yang Serius Terkait Injeksi Buvanest Spinal.