Para peneliti merekomendasikan bahwa pasien dengan gagal jantung secara agresif diskrining untuk osteoporosis dan patah tulang. Sekitar 45.000 orang dewasa diuji kepadatan mineral tulang (bone mineral density) selama 10 tahun. "Studi kami menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa gagal jantung dan penipisan tulang berjalan seiring," kata pemimpin penelitian Dr. Sumit Majumdar dari University of Alberta di Edmonton, Kanada Gagal jantung dikaitkan dengan peningkatan resiko patah tulang sebanyak 30 persen terlepas dari faktor risiko tradisional dan kepadatan tulang. Temuan ini relevan untuk orang Asia, terutama untuk populasi Cina dan Jepang di mana tingkat osteoporosis dan patah tulang lebih tinggi daripada yang terlihat pada kelompok etnis lain. Osteoporosis dan gagal jantung adalah kondisi kronis yang umum dan mahal, yang memiliki faktor penyebab umum seperti usia tua, paska-menopause dan diabetes. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa gagal jantung meningkatkan resiko untuk patah tulang tidak hanya karena meningkatkan kejadian jatuh, tapi karena gagal jantung itu sendiri dan pengobatan medisnya dapat menyebabkan berkurangnya massa tulang. Skrining untuk osteoporosis itu sendiri sebaiknya dengan cara melihat rontgen dada. "Pasien gagal jantung sering diperiksa dengan mengugnakan sinar-X dan mereka yang menunjukkan patah tulang tulang belakang yang secara otomatis akan memberikan indikasi osteoporosis parah dan perlu untuk pengobatan." Sumber: Medical Tribune