Para ilmuwan di Cambridge University menguji apakah orang tua yang cerdas memiliki risiko lebih tinggi memiliki anak autis. Mereka melakukan survey terhadap orang tua yang dapat dikatakan cerdas berdasarkan pilihan pekerjaan dan tingkat pendidikan. Dalam survey tersebut, diteliti apakah kecerdasan tersebut mempengaruhi kondisi autis pada anak mereka. Para peneliti mempelajari pasangan yang bekerja di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, teknik dan matematika. Penelitian sebelumnya yang dilakukan pada tahun 2001 telah menemukan bahwa orang tua dari departemen matematika beresiko lebih tinggi untuk memiliki anak autis dibandingkan profesi lain. Sementara, sebuah penelitian di tahun 1997 menemukan bahwa anak-anak dan cucu dari insinyur memiliki kecenderungan menjadi autis. Hasil penelitian ini akan tersedia dalam 12-bulan   Sumber-Medindia