Mungkin selama ini para penderita kanker payudara memilih untuk beristirahat dan tidak berolahraga. Namun menurut penelitian baru dari University of Miami, sebaiknya mereka memulai untuk berolahraga. Olahraga yang teratur dapat mengurangi depresi, mengurangi perasaan lemas, dan meningkatkan kualitas hidup selama pengobatan, apalagi jika ditambah terapi sikap berkelompok. Penelitian ini melibatkan 240 pasien kanker payudara yang baru didiagnosis dan telah dioperasi 4-10 minggu sebelum perekrutan. Separuh dari perempuan mengambil program berbasis terapi kelompok selama 10 minggu yang bertujuan untuk mengurangi stres, sementara separuh lainnya berpartisipasi dalam sesi belajarsehari yang tidak intensif. Aktivitas fisik, kelelahan, depresi, dan kualitas hidup semua dievaluasi pada awal penelitian dan tiga bulan kemudian. Para peneliti menemukan bahwa wanita yang menghabiskan waktu mereka untuk terlibat dalam aktivitas fisik antara waktu operasi dan perawatan lainnya memiliki kelelahan yang lebih ringan dalam aktivitas sehari-harinya. Perempuan dalam kedua kelompok yang berolahraga lebih juga mengalami depresi kurang dan mempunyai nilai lebih tinggi pada tes yang mengukur kualitas hidup. Anda tidak perlu ke gym setiap hari. Hanya dengan berjalan cepat atau bahkan bermain dengan anak-anak anda, sudah dapat meningkatkan hormon endorphin anda dan membuat anda merasa jauh lebih baik. Salah seorang penderita kanker payudara yang bertahan, Crystal King, mengaku bahwa dengan olahraga dirinya merasa lebih baik. Kemoterapi memang membuat dirinya menjadi lemas dan tidak dapat berolahraga. Ia tidak memaksakan dirinya. Akan tetapi ketika ia merasa tidak lemas, ia langsung mendorong dirinya untuk berolahraga, dan merasa jauh lebih baik setelahnya. Sumber: WebMD Health News