Gadget Thumb. Apakah benar ada? Gadget Thumb merupakan istilah baru namun jika kita lihat di Internet maka istilah yang muncul menggunakan nama merek smartphone yang telah digunakan oleh 7 juta jiwa penduduk Indonesia pada tahun 2012. Kemudian, muncullah istilah-istilah baru beberapa tahun belakangan ini. Sebenarnya hal ini  adalah masalah yang sering dihadapi oleh para dokter okupasi,  Repetitive Stress injury (RSI) atau trauma karena stress berkelanjutan, yang biasanya terjadi pada pekerja yang bekerja terus-menerus dengan menggunakan  sekelompok otot tanpa henti. Gejalanya adalah kesemutan dan nyeri pada otot-otot yang digunakan terus menerus, dan berlanjut ke  kram dan sulit digerakkan.

                                                                

Walaupun internet mampu menyajikan banyak data tentang yang namanya, “Bl*ckberry Thumb” kenyataannya pada dunia medis tidak ada kode untuk diagnosis tersebut.

Gadget Thumb sebenarnya adalah penggantian istilah yang pada tahun 90’an disebut Nint*ndonitis pada para penggila permainan yang merasakan nyeri pada ibu jari mereka setelah bermain beberapa jam. Baik Gadget Thumb maupun Nintendonitis merupakan bahasa populer dari RSI itu sendiri.

 Hubungan antara RSI dan Gadget muncul ketika sebuah lembaga konsumen, American Society of Hand Therapists (ASHT), mengeluarkan peringatan tentang perangkat tersebut. ASHT mengeluarkan peringatan, "penggunaan terus menerus perangkat elektronik, seperti Gadget, *Pod, bisa menyebabkan gangguan pada otot-otot tangan".

Organisasi tersebut menyatakan bahwa "Elektronik genggam mungkin memerlukan otot tangan yang digunakan untuk gerakan menggenggam secara berkepanjangan, gerakan berulang pada tombol-tombol kecil dan gerakan pergelangan tangan yang terbatas... menuju pada gangguan tangan, pergelangan tangan dan lengan seperti Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dan tendonitis atau radang urat sendi."   Apa yang menyebabkan RSI? RSI adalah gangguan muskuloskeletal dimana terjadi kerusakan jaringan karena kejadian berulang, dan bukan peristiwa traumatis tunggal. Cedera ini mengakibatkan gejala fisik ketika terjadi kerusakan jaringan yang cukup menyebabkan rasa sakit dan disfungsi. Carpal Tunnel Syndrome adalah contoh dari RSI. Penggunaan otot yang terlalu sering dapat mengakibatkan cedera, seperti RSI, terjadi karena otot bekerja secara terus menerus tanpa adanya waktu untuk pemulihan, seperti penggunaan yang sering dari ibu jari pada PDA atau Gadget. Cedera terjadi saat kelelahan mekanik pada tendon dan ligamen menyebabkan robekan kecil di jaringan ikat. Kondisi ini diperparah oleh kenyataan bahwa jaringan ikat memiliki kemampuan memperbaiki diri yang kecil, namun terus ditempatkan di bawah stres. Pengaruh kumulatif stres pada otot-otot tersebut menyebabkan aktivasi mekanis atau kimia dari nyeri reseptor, yang mengakibatkan rasa sakit dan disfungsi.