Badan Kesehatan Dunia, WHO, melaporkan bahwa negara Panama di Amerika Tengah akhirnya berhasil melarang iklan rokok di seantero negaranya. Pemerintah juga melarang promosi, sponsorship dan berencana untuk menyeragamkan desain polos pada bungkusnya. Dan semua kerja keras ini berujung pada hasil yang manis. Memang, usaha yang dilaksanakan sejak tahun 2008 bukanlah usaha yang mudah.

Banyak warga Panama yang akhirnya menghentikan kebiasaan merokoknya setelah pemerintah Panama, yang pertama di Amerika dan yang pertama di dunia meratifikasi WHO Framework Convention on Tobacco Control (WHO FCTC),, melarang iklan rokok sejak lima tahun lalu, Konsumsi rokok turun menjadi 7 sampai 16%.

Menurut Dr. Javier Diaz, Menteri Kesehatan Panama, pada tahu 2000 16% penduduk Panama menghisap tembakau. Selain itu jumlah anak usia 13-15 tahun yang merokok turun dari 13,2% menjadi 4,3%. Memang jika kita perhatikan, untuk usaha mengurangi konsumsi rokok diperlukan komitmen yang tegas dari pemerintah, dan Panama sudah membuktikan bahwa kebijakan mengurangi konsumsi rokok oleh pemerintah itu sangat mungkin. Bagaimana dengan Indonesia? Disarikan dari WHO