Dalam Studi Pemantauan Lanjutan Profesional Kesehatan, dr Lawrence de Koning melaporkan bahwa minuman yang mengandung gula meningkatkan resiko penyakit jantung koroner (PJK), perubahan profil lemak tubuh dan leptin.  dr Frank B Hu menjelaskan bahwa konsumsi minuman yang mengandung gula dalam jumlah sedang seperti 1 kaleng minum soda setiap hari, akan meningkatkan resiko PJK sebesar 20% .

Peneliti tidak menemukan peningkatan resiko PJK pada pemanis buatan. Namun, pada penelitian terdahulu menunjukkan adanya hubungan antara diet soda dengan peningkatan berat badan. Permasalahan diet soda terkait dengan intensitas rasa manis yang tinggi yang dapat mempengaruhi pengecapan.

dr Hu mengatakan bahwa air putih adalah yang paling baik untuk dikonsumsi selain kopi dan teh. Jus bukanlah alternatif yang baik karena tinggi gula meski telah diencerkan dengan air. Namun, jus lebih baik daripada sekaleng minuman soda.

dr Hu dan koleganya menemukan bahwa konsumsi minuman manis yang mengandung gula berkaitan dengan peningkatan trigliserid , penurunan HDL , Leptin dan faktor-faktor peradangan seperti C-Reactive Protein, Interleukin. Proses peradangan ini memegang peran penting dalam proses terjadinya PJK.

Salah satu komposisi utama dari minuman soda adalah sirup fruktosa jagung yang murah meriah sehingga minuman soda ini banyak dikonsumsi bahkan oleh kalangan sosial ekonomi rendah. Oleh karena itu para dokter sebaiknya menganjurkan pasien mereka yang memilik penyakit jantung atau beresiko penyakit jantung untuk mengurangi konsumsi minuman bersoda.

Jadi Sobat TDA, mari kita kurangi kebiasaan kita minuman minuman bersoda agar kita terhindar dari PJK. Salam sehat.

Sumber :

Lisa N. A Soda a Day Raises CHD Risk by 20%. New York : WebMD ; 2012 - [ updated 2012 March 12 ; cited 2012 March 20]. Available from :  http://www.medscape.com/viewarticle/760100?src=mpnews&spon=34