Layaknya wanita yang mengalami menopause, pria pun mengalami andropause. Fungsi seksual pria akan menurun sesuai dengan lanjutnya usia. Hal ini disebabkan semakin menua, kadar hormon testosteron akan menurun. Pria akan merasa sulit untuk terstimulasi, perlu waktu lama untuk ereksi dan orgasme. Selain itu usia juga menurunkan volume air mani dan kualitas sel sperma. Begitu pula pada disfungsi ereksi atau impotensi. Menurut penelitian, 40% pria akan mengalami impotensi pada usia 40 tahun dan 70% pada usia 70 tahun. Fungsi kemih pun terganggu karena pembesaran prostat atau gangguan otot kandung kemih. Entah kencing merasa anyang-anyangan dan tak tuntas. Kini kami akan membahas bagaimana penis "berubah" seiiring bertambahnya usia pria. Penampakan penis Ada dua hal yang sangat berubah. Kepala penis atau glans penis akan semakin lama berubah warnanya. Warna keunguan itu akan berubah karena penurunan aliran darah. Rambut pubis atau rambut kemaluan akan mulai menipis. Menurut dr. Irwin Goldstein dari The Journal of Sexual Medicine, hal ini disebabkan semakin menurunnya testosteron maka pria akan tampak sebelum akil balig, yang mana rambut pubis belum tumbuh. Bagaimana dengan ukuran penis? Inilah hal yang juga ditakutkan oleh pria. Seiiring menua, maka berat badan akan bertambah. Lemak tubuh akan menumpuk di perut bawah sehingga penampakan ukuran penis bun berubah. Lemak di bawah perut akan membuat ukuran penis tampak berkurang. Selain itu ada pengurangan ukuran yang ireversibel alias tidak dapat dikembalikan atau dicegah karena  adanya penumpukan plak di pembuluh darah arteri penis yang menurunkan aliran darah ke penis, sehingga penis pun "mengecil". Goldstein juga mengungkapkan adanya penumpukan kolagen tak elastis di antara jaringan penis. Kolagen ini akan menghambat ereksi yang optimal. Selain pada penis, testis atau buah zakar juga akan mengecil. Misalnya pada pria usia 30 tahun didapatkan ukuran testis dengan diameter 3 cm, namun pada usia 60 tahun hanya 2 cm. Penis tak lagi sensitif Beberapa penelitian menemukan bahwa penis juga kian kehilangan kesensitifitasnya. Kalau ini berkurang, maka akan menyulitkan terjadinya ereksi dan orgasme. Jadi bagaimana ini? Apakah kehidupan seks saat tua akan hancur berkeping-keping? Jawabannya, tidak. Para ahli mengatakan perubahan ini jangan menjadi penghancur kehidupa seks Anda. Yang penting adalah rasa penerimaan terhadap proses menua dan tetap berusaha menikmati hidup Anda yang indah ini. Goldstein menambahkan bahwa, seks yang memuaskan jika Anda memuaskan pasangan Anda, tak perlu penis yang besar atau lainnya. Ketika pasangan Anda bisa menikmatinya, maka Anda tetap menjadi "dewa" baginya. Disarikan dari WebMD.