Serbuan iklan dan promosi rokok tengah merajalela di lingkungan sekolah. Sebuah laporan yang telah dirilis oleh Lentera Anak Indoensia (LAI), Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA) dan Smoke Free Agents (SFA) menujukkan serbuan iklan rokok terus saja terjadi di lingkungan sekolah di lima kota, yaitu Jakarta, Bandung, Makassar, Mataram dan Padang. Penyebaran promosi iklan tidak hanya di lingkungan sekolah, seperti di dekat gerbang sekolah, tetapi juga di sekitaran warung dekat sekolah. Anak-anak yang tersebar di 360 sekolah di lima kota telah terpapar iklan rokok setiap hari. “Kami menduga bahwa iklan rokok sebenarnya bisa ditemukan di dekat sekolah kota-kota Indonesia lainnya,” ungkap Hasna Pradityas, perwakilan dari Smoke Free Agents. Pemantauan juga membuktikan bahwa industri rokok, seperti Djarum, Bentoel International Investama,Nojorono Group Kudus, Gudang Garam, dan HM Sampoerna  membidik sekolah sebagai sasaran promosi iklan mereka. Liza Marielly Dijaprie, psikolog dan praktisi Hipnoterapi menyatakan, “Dari hasil pemantauan ini, terlihat industri rokok melakukan propaganda melalui iklan dan promosi. Tanpa disadari, persepsi yang masih melekat dalam alam bawah sadar anak-anak remaja bahwa rokok merupakan hal keren dan gaul.  Padahal ini adalah persepsi yang tidak tepat” Data World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa konsumsi rokok membunuh 100 juta orang di abad 20 ini. Jika tren konsumsi ini terus berlanjut, maka rokok bisa membunuh satu miliar orang di abad 21 mendatang - 80% kematian terjadi di negara-negara berkembang. Pernyataan Lisda Sundari, dari Lentera Anak Indonesia untuk mendesak pemerintah di semua level baik nasional hingga level ternedah pun, kota dan kabupaten untuk mengupayakan peraturan pelarangan total iklan, promosi, dan sponsor rokok di seluruh wilayah Indonesia. Seruan semua pihak untuk terlibat dalam pencegahan penyebaran rokok pada anak-anak. “Hal ini bertujuan untuk memastikan anak-anak Indonesia tidak menjadi generasi perokok di masa depan,” tambahnya.