Aktivitas olahraga, rekreasi, struktur bangunan rumah, dan perabot rumah tangga adalah penyebab utama cedera pada anak. Penelitian mengenai cedera saat liburan dilakukan terhadap 5,7 juta anak di bawah usia 19 tahun yang datang ke Unit Gawat Darurat (UGD) pada tahun 1997 hingga 2006 di Amerika Serikat. Penelitian menemukan bahwa :
  • Anak di bawah usia 5 tahun mengalami cedera paling banyak di antara kelompok usia lainnya.
  • Muka, jari, lengan, dan kepala adalah bagian tubuh yang paling sering mengalami cedera.
  • Diagnosa yang paling sering adalah luka robek, memar, luka lecet, patah tulang, dan terkilir.
  • Mayoritas luka saat liburan ini berhubungan dengan olahraga dan rekreasi.
  • Cedera karena struktur bangunan rumah dan perabot rumah juga lazim terdapat.
Penemuan menarik lainnya :
  • Natal adalah hari libur dengan jumlah cedera paling sedikit.
  • Cedera pada anak laki-laki berjumlah 62,4% dari seluruh cedera.
  • 29,2% cedera adalah luka lobek, 18.3% memar dan lecet, 15.1% patah tulang, dan 13% adalah terkilir.
  • 65,9% cedera pada muka adalah luka robek.
  • Untuk cedera kepala, 33,1% adalah luka robek, 32,3% luka pada bagian dalam, 17,6% memar dan lecet, dan 10,3% adalah gegar otak.
  • Anak di bawah usia 5 tahun lebih banyak mengalami cedera kepala (21,9%) daripada anak di atas usia 5 tahun (9,7%).
  • Bagian tubuh yang paling sering mengalami cedera pada anak usia 10-19 tahun adalah jari dan lengan.
  • 96,8% cedera saat liburan hanya memerlukan perawatan di UGD.Yang memerlukan perawatan inap di rumah sakit hanya 1,7%.
  • 0.03% cedera menyebabkan kematian. Penyebab kematian paling sering adalah tenggelam dan gagal jantung/gagal napas. 29 dari 60 kematian terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun. Dari 20 kematian, 13 kematian terjadi saat peringatan 4 Juli di Amerika dan diikuti oleh 9 kematian saat peringatan tahun baru. Cedera pada 4 Juli terutama disebabkan oleh kembang api yang sering digunakaan saat perayaan.
Peneliti menyimpulkan bahwa usaha untuk mencegah cedera saat liburan dengan memfokuskan pada faktor risiko umum terjadinya cedera, yaitu cedera yang dapat terjadi setiap hari agar dapat menurunkan cedera pada anak. Sumber : http://www.webmd.com/parenting/news/20100405/holidays-can-hurt-kids