Tanggal 16 November merupakan Hari Peringatan Korban Kecelakaan Lalu Lintas Sedunia. Peringatan ini seyogyanya menjadi hari Peringatan bagi setiap individu karena tidak dapat dipungkiri bahwa kemanapun kita beraktivitas pastinya membutuhkan transportasi dalam bentuk apapun dimana selalu terdapat risiko kecelakaan terjadi. Menurut data badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2011, terjadi peningkatan angka kejadian kecelakaan sebesar 10% setiap tahunnya. Fakta yang tidak kalah mencengangkan, Indonesia merupakan negara dengan tingkat kecelakaan terbesar ke-3 di dunia. Kecelakaan lalu lintas tidak hanya membawa kerugian finansial namun juga terkait dengan kesehatan. Berdasarkan data BPS tahun 2011, dari 66.480 kejadian kecelakaan lalu lintas, terdapat 26.196  jiwa (39%) mengalami luka berat hingga terjadi kecacatan, 19.873 (+ 33%) jiwa meninggal dunia. Menurut data yang ada, penyebab paling sering terjadinya kecelakaan adalah faktor manusia. Beberapa penyebab faktor manusia antara lain:
  • Melanggar peraturan lalu lintas. Pelanggaran terhadap lalu lintas sering dilakukan terutama pengendara kendaraan motor roda dua.
  • Mengebut. Kebiasan pengendara yang selalu ingin cepat tiba sampai pada tujuan tidak hanya membahayakan nyawanya tapi juga seluruh pengguna transportasi lain di sekitarnya.
  • Mengantuk. Mengantuk merupakan salah satu penyebab terbesar faktor kelalaian manusia. Saat Anda mengantuk sebaiknya tidak mengendarai kendaraan apapun, walaupun tempat yang dituju sudah dekat. Mengantuk juga membuat pengendara menjadi kurang waspada terhadap keadaan di sekitarnya sehingga memudahkan terjadinya kecelakaan.
  • Kondisi tubuh yang kurang sehat. Kondisi tubuh yang kurang sehat seperti kelelahan atau kondisi mata rabun dapat membahayakan kondisi Anda saat berkendara terlebih jika cuaca buruk atau pada malam hari.
  • Setelah mengkonsumsi obat-obatan. Perhatikanlah kandungan obat yang Anda minum saat Anda sakit, terlebih jika Anda terbiasa mengendarai kendaraan Anda sendiri. Biasakanlah bertanya pada Dokter apakah obat tersebut dapat menyebabkan Anda mengantuk atau menyebabkan efek samping lain yang dapat mengganggu Anda berkendara.
  • Menggunakan alat komunikasi/earphones saat berkendara. Pada saat Anda berkendara, penggunaan earphone mengganggu pendengaran dan konsentrasi Anda saat menyetir sehingga tidak disarankan menggunakannya saat berkendara.
  • Penguasaan kemampuan berkendara yang minim. Banyak pengendara kendaraan yang masih kurang mampu mengendarai kendaraan bahkan belum memiliki Surat Ijin Mengemudi. Hal ini dapat membahayakan dirinya dan juga orang lain.
Berkendara dengan baik, tiba di rumah dengan selamat. 
 
Dari berbagai sumber