Hingga Rabu, 27 Oktober 2010 pagi ini, jumlah korban letusan gunung berapi di Jawa Tengah terus bertambah. Korban meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah Muntilan, Magelang, Jawa Tengah mencapai 61 orang. Jumlah korban total hingga Selasa malam mencapai 112 orang, dan korban hilang mencapai 502 orang. Salah satu korban meninggal adalah seorang bayi yang berusia tiga bulan yang meniggal dalam perjalanan saat dievakuasi ke RSUD Muntilan karena menderita sesak napas akibat menghirup abu vulkanik. Selain itu juga dikabarkan terdapat dua anggota PMI yang tewas. Salah satunya bernama Tutur Priyono yang tewas bersama 15 orang lain di sekitar rumah juru kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan. Reawan ini tewas terkena awan panas ketika akan menjemput Mbah Maridjan. Orang yang diduga Mbah Maridjan juga ditemukan telah tewas. Almarhum menggunakan batik dan kopyah, tewas dengan posisi sujud, akibat terbakar kulitnya oleh awan panas. Jenazah ini masih diidentifikasi di RS Dr. Sardjito, Yogyakarta. Kebanyakan korban tewas bencana Merapi ini adalah akibat sesak napas dan infeksi saluran pernapasan akut, serta luka bakar. Selain itu juga banyak yang mengalami syok pasca peletusan merapi. Anak-anak dan kaum lanjut usia merupakan kelompok yang rawan dalam bencana ini, karena mereka tergolong tidak tahan terhadap hujan abu dari letusan Merapi, akibat pernapasan mereka tidak sempurna. Rincian nama-nama korban yang telah teridentifikasi dapat dilihat pada situs MetroTV. Sumber: Metro TV Berita8.com