Banyak yang mengatakan bahwa dengan tubuh dengan ukuran besar akan mengalami kesulitan dalam kualitas hubungan seksualnya. Nah, apalagi kejadian obesitas dan kegemukan di negara kita terus meroket dan tampaknya akan menjadi masalah yang tidak dapat dianggap enteng. Namun kata orang di atas bukanlah isapan jempol belaka. Banyak yang mengalami kesulitan hubungan seksual ketika dirinya atau pasangannya bertubuh gemuk. Yang mudahnya, tubuh gemuk  menjadi kurang menarik dan bahkan gairah seksual menjadi hampa. Dalam studi baru-baru ini di Journal of Sex and Marital Therapy, juga menunjukkan pria atau wanita mengalami penurunan kepuasan hubungan seks (pada pasangan yang gemuk-red) bila dibandingkan rata-rata. Namun ternyata masalah ini bukan hanya soal harga diri atau bentuk badan. Namun kegemukan sering disertai dengan adanya masalah kolesterol, tekanan darah, diabetes yang semuanya akan mempengaruhi fungsi seksual, misalnya disfungsi ereksi pada pria atau hilangnya libido pada pria dan wanita. Badan gemuk juga akan membuat cedera lutut dan sendi-sendi, sehingga posisi seks tertentu menjadi tak nyaman. Namun tentunya ada kiat tertentu agar Anda lebih nyaman:
  1. Cobalah posisi seksual baru. Carilah posisi yang nyaman bagi Anda, yang tidak melibatkan banyak sendi yang sakit. Posisi misonari dengan tambahan bantal di bawah pinggul pasangan wanita akan melindungi sendinya.
  2. Nikamatilah keintiman. Seks bukanlah melulu sekedar hubungan sanggama. Jelajahilah keintiman seperti seks oral, stimulasi manual, bantuan dengan sex toys, bercumbu, dan lainnya.
  3. Berpikirlah yang lebih luas. Seks juga dipengaruhi oleh pikiran, jauhi pikiran bahwa pasangan Anda kurang menarik dan lainnya. Cobalah membuka pikiran untuk menemukan hal lain yang menarik dari pasangan Anda.
  4. Tentunya olahraga dengan menguruskan berat badan juga disarankan untuk mengurangi risiko Anda terhadap gangguan metabolisme, penyakit jantung, stroke, dan masalah seksual organik.
Disarikan dari CNN Health