Kini Anda sudah harus dapat mengenal diri Anda, apakah saya adiksi alias ketagihan internet atau tidak.  Gangguan adiksi internet (IAD, Internet Addiction Disorder) memang bukanlah istilah resmi dalam klasifikasi gangguan mental dan perilaku. Walau demikian, banyak ahli yang mengatakan hal ini akan semakin sering didapat, mengingat internet sudah begitu menjamur dan banyak yang akan terpapar dengan teknologi ini. Kabarnya, IAD ini akan dimasukkan resmi dalam daftar adiksi (bersama alkohol, narkoba, dan lainnya) dalam klasifikasi gangguan mental dan perilaku pada tahun 2013 mendatang. Nah, ada sebuah riset kecil di China yang disimpulkan bahwa penggunaan internet secara berlebihan, dan akhirnya menyebabkan ketagihan akan membuat kerusakan struktur otak. Studi ini menelitu 17 orang remaja dengan IAD dan mengatakan adanya kerusakan di otak terutama di bagian yang mengatur masalah kognitif. Hal ini serupa dengan yang ditemukan pada mereka yang kecanduan judi dan alkohol. Setelah dilakukan pemeriksaan MRI pada pasien tersebut, ditemukan adanya kerusakan pada substansi alba (bagian putih pada sel-sel saraf pusat dari otak). Kerusakan substansi alba ini menyebabkan otak mengalami gangguan saat memroses emosi, atensi eksekutif (perhatian dalam melakukan sebuah tindakan), pengambilan keputusan dan kontrol kognitif. Waduh! Pastinya sekarang Anda berpikir, waduh dok bagaimana dengan saya tak bisa lepas dengan komputer, BB, atau dengan internet saya. Anda tentunya harus membedakan antara kebiasaan yang menyenangkan dengan kecanduan. Ini dua hal yang berbeda. Tanda-tanda mereka yang megalami IAD adalah:
  1. Penggunaan internet yang berlebihan, sampai mereka kelupaan waktu dan mengacuhkan aktivitas dasar manusia (misalnya tidak mandi, tidak makan, tidak tidur)
  2. Adanya reaksi withdrawal atau "gejala putus obat" (dalam hal ini putus menggunakan internet). Jika mereka tidak berinternet, mereka akan merasa marah, stres, depresi.
  3. Masalah toleransi. Mereka memerlukan peralatan yang canggih, banyak perangkat lunak, waktu yang berlebihan.
  4. Perilaku sosial yang nyata menjadi terhambat, terasuk sering berbohong, pencapaian prestasi yang buruk, terisolasi, dan merasa kelelahan.
Jadi, bagaimana dengan Anda? Sumber: Mashable