Menurut sebuah studi dari Akademi Sahlgrenska, kegemukan pada pria usia baya meningkatkan risiko untuk menderita gagal hati (dalam istilah medis disebut sebagai sirosis hati). Pada penelitian ini, tak satu pun dari laki-laki tersebut memiliki masalah hati pada awal penelitian. Selama periode follow-up, hampir 2% dari sampel didiagnosis dengan sirosis hati. Semua laki-laki dengan diagnosis ini mengalami kelebihan berat badan pada awal penelitian, dengan rata-rata BMI 28 (BMI di atas 25 diklasifikasikan sebagai kegemukan). BMI rata-rata untuk sampel tanpa sirosis hati selama studi di bawah 25. Analisis statistik menunjukkan bahwa baik BMI dan tingginya trigliserida dalam darah merupakan faktor risiko untuk pengembangan sirosis hati. Namun, penelitian ini tidak dapat dihubungkan dengan penggunaan alkohol , karena para pria dengan masalah alkohol menolak untuk berpartisipasi dalam studi ini. Tetapi dapat diperkirakan bahwa pria paruh baya yang mengalami masalah obesitas dan mengkonsumsi alkohol dalam jumlah cukup banyak meningkatkan resiko secara signifikan untuk menderita gagal hati.   Sumber-EurekAlert