cameraface3 Di saat sekarang, asyik berfoto sudah menjadi hal yang lazim bahkan sebagian besar orang sudah kebiasaan untuk berfoto ria. Foto tidak lagi dilakukan pada saat momen-momen tertentu saja, tapi dengan hadirnya telepon seluler yang canggih ataupun gadget lainnya, berfoto bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja! Kebiasaan berfoto dan daya ingat Tapi tahu kah Sobat, kalau ternyata kebiasan berfoto ini ternyata malah mengurangi kemampuan kita untuk mengingat sesuatu? Menurut penelitian yang baru dilakukan, terbukti bahwa karena kita terlalu fokus untuk mengambil gambar dengan sudut dan pencahayaan yang terbaik dengan kamera, obsesi ini malah justru dapat merusak kemampuan daya ingat kita untuk melihat dan mengingat kejadian nyata tersebut ketika berlangsung. Peneliti menyebut fenomena ini dengan photo-taking impairment effect“. Studi tersebut mengungkapkan bahwa dengan kesibukan kita mengambil foto membuat kita lebih berkonsentrasi penuh dalam pengambilan foto ketimbang berkonsentrasi penuh untuk menikmati momen tersebut! cameraface4 Dr. Linda Henkel, dari Fairfield University, Connecticut, berpendapat bahwa: “Orang seringkali langsung mengeluarkan kamera mereka untuk mengambil gambar pada momen-momen penting tersebut, tapi malah lupa kalau momen itu sedang terjadi dan berlangsung tepat di hadapan kita.” “Ketika masyarakat terlalu bergantung pada teknologi untuk mengingat dan ‘merekam’ kejadian penting dalam hidup mereka, maka kita melupakan hal yang  terpenting yaitu menikmati momen itu sendiri. Sehingga saat kita seharusnya lebih fokus pada kejadian yang terjadi nyata di hadapan kita, kebiasaan ‘menangkap’ momen dengan kamera malah membuat kita kurang fokus. Hal inilah yang mengakibatkan efek negatif , yaitu menurunkan kemampuan kita mengingat dengan baik pengalaman itu,“ lanjutnya. cameraface2  Penelitian dr. Henkel ini dilakukan di suatu museum pada sekelompok mahasiswa Universitas yang sedang tur di museum Bellarmin Museum of Art, Unversitas Fairfield. Dalam penelitian ini dibandingkan memori seseorang terhadap suatu objek/kejadian antara kelompok yang HANYA melihat/memperhatikan objek tersebut dengan kelompok yang mengambil foto objek tersebut. Peneliti kemudian menanyakan kepada sekelompok mahasiswa tersebut apakah mereka mengambil foto atau hanya memperhatikan objek yang ada dimuseum tersebut dan pada hari berikutnya memori dan ingatan mereka diuji. Hasil dari studi yang sudah diterbitkan dalam jurnal Psychological Science ini, ternyata ingatan terhadap objek yang ditanyakan pada kelompok yang melakukan kegiatan berfoto kurang akurat dibandingkan kelompok yang hanya melihat dan memperhatikan tanpa mengambil foto objek tersebut! Jadi, dari penelitian ini didapatkan bahwa ingatan seseorang tentang detail suatu objek yang mereka foto akan lebih rendah apabila dibandingkan mereka yang mengandalkan panca indera penglihatan mereka untuk menikmati objek tersebut.  “Jadi pada penelitian ini membuktikan bahwa “mata pikiran” kita jauh berbeda dengan “mata lensa” yang ada pada kamera”, ungkap Henkel. Tapi apakah dengan ini kita tidak boleh bergaya dan beraksi di depan kamera? “Agar kita bisa mengingat suatu peristiwa atau objek dengan lebih baik, maka teliti dan perhatikan dahulu objek yang akan kita foto. Jangan langsung jepret sana-sini tanpa memperhatikan apa yang kita foto”, terang dr.Henkel. cameraface Nah, bagaimana menurut Sobat? Sah-sah saja untuk tetap eksis dan bernarsis ria dengan kamera, tapi jangan sampai kita keasyikan berfoto hingga akhirnya kita tidak bisa menikmati apa yang sedang kita foto! Kamera terus berganti model, tapi otak dan memori kita akan kekal sepanjang hayat!     Referensi: The Telegraph. In: Sience. Taking Photograph ruins the memory, research finds. 2013 December 10. [cited 2013 December 18]