Sebuah studi baru menemukan bahwa peningkatan kadar trigliserida yang berkaitan dengan peningkatan risiko stroke iskemik pada pria dan wanita. Sedangkan kadar kolesterol yang tinggi yang dikaitkan dengan risiko stroke ternyata berpengaruh hanya pada pria. Bukti medis telah menyarankan bahwa trigliserida adalah penanda kadar sisa-sisa lipoprotein, partikel yang mirip dengan low density lipoprotein (LDL), atau kolesterol jahat, yang keduanya diperkirakan berkontribusi dalam hal pembentukan plak. Yang menarik, ternyata pedoman pencegahan stroke memiliki batasan kadar kolesterol yang diperbolehkan, namun tidak memiliki batasan trigliserida. Sebuah tim peneliti dari, Denmark, melakukan studi kepada 7.579 perempuan dan 6.372 pria yang terdaftar di Kota Kopenhagen, dimana semuanya adalah ras Kaukasian dan warga negara Denmark. Hasilnya adalah peningkatan kadar trigliserida non-puasa berkaitan dengan peningkatan risiko stroke iskemik. Untuk tujuan lebih lanjut, tim peneliti menginginkan agar adanya batasan kadar  trigliserida yang harus dimasukkan dalam pedoman pencegahan stroke yang saat ini hanya berfokus pada kolesterol total dan kadar kolesterol LDL. Penemuan ini dipublikasikan dalam Annals of Neurology, sebuah jurnal yang diterbitkan oleh Wiley-Blackwell atas nama American Neurological Association. Sumber-ANI