Semakin banyaknya mobil yang bertambah di ibukota, maka semakin tinggi risiko terjadinya kecelakaan kendaraan bermotor. 522428_10152205395199974_1238584829_n Konon, tingginya angka kecelakaan disebabkan oleh faktor usia muda, kurangnya pengalaman, dan perilaku menyetir yang berisiko. Nah, salah satu perilaku menyetir yang paling-teramat berisiko adalah melakukan "pekerjaan lain" selama menyetir. Ini berbahaya, apalagi bagi pengendara pemula. Pastinya, Anda sering melakukan hal-hal lain selain menyetir selama berkendara bukan? Mungkin saja, berbicara dengan teman seperjalanan, mengatur volume radio, mengunyah sarapan, atau bahkan membuat gambar selfie atau selca? Pekerjaan yang saya sebutkan ini, memang tidak berisiko. Namun ada hal lain yang berbahaya yang sering diremehkan, yaitu menggunakan telepon seluler, termasuk menerima panggilan atau mengetik dan membaca SMS. Inilah yang kemudian dipastikan kembali oleh Klauer dkk dalam sebuah penelitian yang didanai oleh Eunice Kennedy Shriver National Institute of Child Health dan Human Development and the National Highway Traffic Safety Administration. Penelitian yang diterbitkan di New England Journal of Medicine ini, membuat dua studi mengenai hubungan "pekerjaan lain selama menyetir" (termasuk penggunaan ponsel) dan risiko tabrakan atau nyaris-tertabrak, serta melibatkan 42 pengendara pemula dengan usia sekitar 16,3 sampai 17 tahun, dan 109 orang dewasa yang telah berpengalaman dalam berkendara. Bagaimana hasilnya? 167 kejadiaan tabrakan dan nyaris-tertabrak terjadi pada pengendara pemula dan 518 kejadian pada pengendara berpengalaman. Risiko tabrakan dan nyaris-tertabrak pada pengendara pemula naik sangat signifikan ketika mereka sedang membuat panggilan dari ponsel (8,32 kali), mencoba mengambil ponsel (7,05 kali), menerima atau mengirim SMS (3,87 kali), mencoba mengambil benda lain selain HP (3,67 kali), memperhatikan objek di pinggir jalan (3,90 kali), dan bahkan makan (2,99 kali). Sedangkan pada pengendara berpengalaman, walaupun tak setinggi pada pengendara pemula, risiko tabrakan karena menggunakan ponsel tetap tinggi yaitu 2,49 kali. Jadi, penelitian ini semakin membuktikan manfaat dari larangan menggunakan ponsel selama menyetir, terutama bagi pengendara pemula. Sudah siap untuk mengubah perilaku menyetir Anda di tahun baru ini? Sumber: Klauer SG, et al. Distracted Driving and Risk of Road Crashes among Novice and Experienced Drivers. N Engl J Med 2014; 370:54-59