Kalau saya tengah berjalan-jalan di mal atau pusat perbelanjaan di Jakarta, ada pemandangan yang tak asing. Banyak kanak-kanak yang tengah asyik memainkan komputer tablet mereka. Mereka tampak terbius dengan permainan jari-jari sambil menyentuh layar tablet tersebut. Namun, ada pemandangan yang tak biasa. Anak-anak yang masih amat kecil tampak juga tenggelam dengan komputer tablet pemberian orang tuanya tersebut. Namun tahukah Sobat bahwa ini amat berbahaya bagi pertumbuhan si Kecil? Yuk disimak, hal-hal yang perlu Sobat perhatikan:
  • Komputer tablet bukanlah mainan bagi bayi.¬†Jangan memberikan komputer tablet terutama pada anak berusia di bawah 2 tahun. Memang kini banyak sekali konten atau aplikasi yang tampaknya baik untuk bayi. Tidak ada yang salah dengan isi konten atau aplikasi tersebut. Namun hal ini tetap tidak baik karena membatasi perkembangan indera bayi Sobat.
  • Bayi Sobat mungkin tampak tertarik dengan tabletnya, namun hal ini tetap tidak baik. Gambar-gambar yang bergerak-gerak dalam layar ini memang amat menarik bagi si Kecil. Namun ia hanya terangsang pada indera penglihatan atau visual, atau mungkin indera pendengarannya atau audio. Namun ia kehilangan impuls terhadap indera perabaannya, indera menghidu atau mencium. Ia seharusnya mengenal juga tekstur dan aspek tiga dimensi dari benda-benda sekitarnya.
  • Layar tablet menarik perhatian secara pasif. Bayi kehilangan keaktifannya dalam menjelajahi aktivitasnya, sehingga membuat perkembangannya tidak optimal.
Oleh karena itu para ahli menyarankan untuk mengajak si Kecil untuk bermain dengan melibatkan kontakatau aktivitas fisik (misalnya dengan sentuhan saat mengajaknya bercanda), dan mengajaknya berbicara. Jangan membiarkan si kecil pada akhirnya berbicara dengan layar tablet. Disarikan dari Psychology Today