Studi terbaru membuktikan, ada bagian otak tertentu yang teraktivasi ketika seseorang memikirkan tentang cinta (dalam hal ini cinta romantik atau eros). Cinta romantik ternyata 'menyalakan' area otak yang sama, baik pada heteroseksual, homoseksual, pria, atau wanita. Artinya, area otak tersebut akan tersimulasi pada semua orang, tanpa pandang bulu. Hal tersebut terbukti dari penelitian yang dilakukan  Universitas College London. Gambar yang diambil oleh f-MRI (functional magnetic resonance imaging) menunjukkan aktivitas yang sama pada regio kortikal dan sub-kortikal ketika seseorang (terlepas dari jenis kelamin atau orientasi seksual), melihat foto kekasihnya. Regio ini terkenal kaya akan aktivitas dopaminergik, dimana aktivitas ini memicu pembentukan dopamin. Dopamin (salah satu neurotransmiter di otak) dikenal sebagai neurotransmiter 'pembangkit perasaan gembira'. Selain dopamin, ada satu neurotransmitter lain yang terbukti berperan serupa dengan dopamin, yakni serotonin. Telah terbukti bahwa serotonin juga berperan penting dalam mengatur hubungan dan  emosi antara pasangan kekasih, sama halnya dengan dopamin. Keterangan:
  • Neurotransmitter : suatu substansi (seperti norepinefrin atau asetilkolin) yang menghantarkan impuls saraf melalui sinaps-sinaps.
  • Dopamin : jenis neurotransmitter yang bekerja di otak dan dikenal sebagai salah satu substansi dalam tubuh yang meningkatkan perasaan gembira.
Referensihttp://www.webmd.com/sex-relationships/news/20110104/how-to-know-youre-in-love-brain-scans-tell-all