Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (US Food and Drug Administration) menyatakan bahwa implan payudara silikon bukanlah untuk digunakan seumur hidup. Data FDA menunjukkan bahwa 20% wanita yang menerima implan untuk pembesaran payudara, dan sekitar setengah wanita yang menggunakannya untuk rekonstruksi payudara, perlu menjalani prosedur pengambilan implan dalam kurun waktu 10 tahun. Pernyataan Badan POM Amerika ini dikeluarkan setelah meninjau berbagai laporan, di antaranya laporan mengenai efek samping yang dilaporkan, penelitian semenjak penggunaannya disetujui FDA beberapa tahun lalu, dan studi literatur. Komplikasi yang paling sering dilaporkan adalah kontraktur dari kapsul implan, operasi ulang, dan operasi pengambilan implan. Komplikasi umum lainnya seperti ruptur implan, mengerutnya implan, keasimetrisan, luka parut, nyeri, dan infeksi. Risiko komplikasi ini meningkat seiring lamanya wanita menggunakan implan. Meskipun begitu, data awal dari FDA menyatakan bahwa implan payudara silikon tidak menyebabkan kanker payudara, masalah reproduksi, atau penyakit pada jaringan ikat. Karena itu, masyarakat awam perlu mengetahui sebanyak-banyaknya manfaat dan risiko prosedur ini sebelum memutuskan menggunakan implan.  Sumber: FDA