Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS Nasional, pengidap AIDS terbanyak pada perempuan adalah justru pada kalangan ibu rumah tangga. Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) Nafsiah Mboi mengungkapkan,”Mereka setia kepada pasangannya, tidak menggunakan narkotik atau perilaku berisiko lainnya. Para perempuan itu menikah dengan pria berisiko tinggi,”. Terdapat sekitar 1,6 juta perempuan yang menikah dengan pria berisiko tinggi. Jumlah kumulatif kasus AIDS sampai dengan Juni 2010 ada sebanyak 21.770 kasus. Berdasarkan data sampai Desember 2009, kasus AIDS pada ibu rumah tangga menempati jumlah yang terbanyak, yakni 1.970 kasus. Kasus pada pekerja seks komersial ada sebanyak 604 kasus, karyawan 366 kasus, wiraswasta 323 kasus, dan petani/peternak/nelayan 117 kasus. Selain itu, kasus pada tenaga profesional nonmedis 69 kasus dan anggota ABRI/Polri 5 kasus. Secara umum yang terinfeksi adalah kelompok usia produktif. Kasus AIDS paling tinggi pada kelompok umur 20-29 tahun  yaitu sebesar 47,8 persen dan usia 30-39 tahun sebesar 31 persen. Perempuan yang terinfeksi HIV dapat menularkan virus tersebut kepada bayi saat melahirkan atau menyusui. Edukasi mengenai HIV/AIDS ke remaja juga sangat penting dan berpengaruh, mengingat para remaja kelak akan menjadi orang dewasa yang harus dapat bertanggung jawab terhadap kesehatannya, termasuk menghindarkan diri dari HIV, ungkap Direktur Yayasan Mitra Inti Laily Hanifah secara terpisah. Ketua Tim Penanggulangan HIV/AIDS Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Rachmat Sentika mengatakan, pemerintah harus menjamin ketersediaan dan distribusi obat Antiretroviral (ARV) jika ingin menerapkan aturan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang pencegahan dini penyebaran HIV/AIDS. Tanpa jaminan ketersediaan dan distribusi ARV itu, standar WHO hanya akan menjadi bumerang pencegahan penyebaran HIV/AIDS. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bali Nyoman Sutedja mengatakan, untuk menekan penyebaran virus HIV/AIDS, Pemerintah Provinsi Bali akan merampungkan program penyediaan klinik voluntary counseling test di seluruh puskesmas di Bali. Sumber : KOMPAS.com