Tingkat stress yang tinggi pada saat kehamilan trimester pertama dapat mengakibatkan defisiensi zat besi. Hal ini dapat menyebabkan keterlambatan tumbuh kembang fisik dan mental calon bayi. Zat besi penting dalam perkembangan sistem organ, terutama untuk otak calon bayi. Beberapa faktor risiko defisiensi zat besi antara lain ibu dengan defisiensi besi dan diabetes serta merokok saat hamil. Kurangnya zat besi juga dapat terjadi pada kelahiran prematur atau bayi berat badan rendah. Pada sebuah studi, disebutkan terdapat asosiasi antara stress ibu dan defisiensi zat besi. Pemeriksaan dilakukan pada darah bersumber dari tali umbilikus (umbilical cord) setiap bayi yang baru lahir, ditemukan bahwa 63 bayi yang lahir dari ibu dengan tingkat stress yang tinggi, menunjukkan tingkat zat besi yang rendah. Ibu hamil sebaiknya lebih menjaga kesehatan mereka termasuk dengan nutrisi, serta tingkat stress. Bila anda termasuk orang dengan tingkat stress tinggi, cobalah mengatur level stress anda, misalnya dengan berolahraga, yoga, menikmati kegiatan harian dengan hobi anda. Sumber : Healthday