Hari Tuberkulosis (TB) Sedunia 2015

Temukan, Obati dan Sembuhkan Pasien TB

Pada tanggal 24 Maret 2015, diperingati sebagai hari tuberkulosis (tb) sedunia. Beberapa lembaga kesehatan dan non kesehatan di Indonesia ikut merayakan hari tb sedunia. "Temukan, Obati dan Sembuhkan Pasien TB", tema yang diangkat untuk memperingati hari tuberkulosis sedunia. Tema tersebut mendorong seluruh negara untuk memulai upaya menemukan, mengobati dan menyembuhkan pasien tb untuk menuju negara bebas tb untuk 20 tahun ke depan.(1) Menurut data riskesdas tahun 2013, jumlah penderita tb paru pada tahun 2007 dan 2013 tidak berbeda jauh (0,4%). Lima provinsi dengan TB paru tertinggi adalah Jawa Barat (0,7%), Papua (0,6%), DKI Jakarta (0,6%), Gorontalo (0,5%) dan Banten (0,4%). Masih tingginya jumlah penderita TB ini, mendorong lembaga kesehatan dan lembaga non kesehatan untuk memperhatikan lebih serius kesembuhan pasien TB.(2) Cara-Penularan-TBC Beberapa alasan masih tingginya penderita TB di dunia, antara lain: (1) (1) Sepertiga penduduk dunia yang sudah pernah tertular kuman Tb dan merasa sembuh dapat menularkan bakteri kembali apabila bakteri yg "tertidur" di dalam tubuh kambuh ketika daya tahan tubuh turun. (2) Waktu pengobatan yang lama, yaitu enam bulan, sehingga banyak orang yang tidak menyelesaikan pengobatan tepat waktu. (3) Obat yang resisten untuk pengobatan TB sehingga penanganan TB paru tidak terselesaikan. (4) Tingginya penularan TB melalui udara akibat sosial ekonomi masyarakat yang masih kurang, sehingga tingkat kebersihan juga masih kurang. Sobat bisa mengunduh hal terkait tbc di: Download Laporan Global TBC 2013 10 Fakta Penyakit TBC Tanya Jawab TBC Info Mengenai TBC Lainnya   Daftar Pustaka 1. Wardani, DM. 2015. Hari Tuberkulosis Sedunia 2015: Dunia Bebas TB. http://www.satuharapan.com/read-detail/read/hari-tuberkulosis-sedunia-2015-dunia-bebas-tb. Diakses pada tanggal 26 Maret 2015, pukul 12.00 WIB 2. Kementrian Kesehatan RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan RI: Jakarta.