Seminggu lalu AntaraNews menulis rilis yang diberikan PT. Kereta Api mengenai pengoperasian kereta api khusus yang kabarnya dimulai H-7 Lebaran. Kereta api khusus untuk membantu manusia lanjut usia (Manula), ibu hamil dan menyusui yang ingin pulang kampung di musim mudik lebaran 2010. Kereta tersebut hanya 1 gerbong setiap rangkaian kereta api ekonomi. Jadi untuk yang bisnis dan eksekutif...Ya mungkin sudah lebih baik jadi tidak perlu lagi.
Apa iya cukup? Sayang sekali , apakah benar-benar akan terlihat nantinya. "Kereta Api Khusus Manula, Ibu Hamil dan Menyusui nantinya akan diberikan lebel khusus minimal spanduk," menurut Mateta Rizalulhaq, Kepala Hubungan Masyarakat (Kahumas) Daop I, PT KA. Mengingat kereta api khusus itu belum berdiri sendiri, dan masih menumpang di kereta api ekonomi makanya penumpang yang ingin dilayani kereta api khusus itu harus berangkat dari tempat keberangkatan kereta api ekonomi, seperti Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Tanahabang. Kereta api itu ada di semua perjalanan kereta api atau 11 perjalanan seperti KA Matarmaja, KA Brantas, KA Kertajaya, KA Progo, KA Tawang Jaya, KA Bengawan, KA Kutojaya, KA Gaya Baru Malam Selatan, KA Serayu II (Pagi), KA Serayu IV (Malam), dan KA Tegal Arum. Lansia, Ibu Hamil dan Menyusui yang ingin menempati gerbong khusus itu, bisa langsung menjelaskan statusnya saat membeli tiket. Bila sudah terlanjur memiliki tempat duduk di gerbong biasa, nanti sebelum keberangkatan akan ada petugas yang patroli lalu memindahkan orang-orang khusus itu ke tempat semestinya.
Semoga ini bukanlah harapan semata, melainkan perwujudan kepedulian pemerintah supaya "Mudik aman saat Hamil" bisa terwujud.
Sumber : http://www.antaranews.com/berita/1282741565/h-7-ka-khusus-manula-ibu-hamil-dioperasikan