Penulis: dr. Reny Fahdiyani, MKM Gizi buruk masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu perhatian pemerintah dan masyarakat di Indonesia. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, prevalensi gizi buruk berdasarkan indikator pengukuran Berat Badan (BB)/Umur (U)  di Indonesia adalah 5,75%. Daerah Indonesia bagian Timur merupakan daerah dengan prevalensi gizi buruk terbanyak. Provinsi papua memiliki masalah kesehatan gizi buruk yang banyak juga. Menurut Riskesdas Papua 2013, prevalensi balita dengan gizi buruk sebesar 21,9% dengan 5 kabupaten terbanya yaitu Tolikara, Waropen, Keerom, Pegunungan Bintang dan Supiori serta Kabupaten Asmat. Kabupaten Asmat memiliki populasi 76.557 jiwa dan sedang disorot karena permasalahan gizi buruk serta campak. Anak dengan gizi buruk per 24 Januari 2018 tercatat ada 90 dan 69 diantaranya meninggal dunia serta diantaranya, 65 anak terkena campak. Data sementara mulai tanggal 17-22 Januari 2018 pasien yang sudah mendapat pelayanan medis adalah 6.552 orang dan diantaranya ada 463 orang campak dan 142 anak gizi buruk. Lalu, sebenarnya bagaimana tanda dan gejala gizi buruk serta campak itu?   Mengenal tanda dan gejala gizi buruk pada anak Gizi buruk dapat didiagnosis menurut gejala klinis, pengukuran antropometri, dan pemeriksaan laboratorium. Gejala klinis bergantung  pada umur penderita, lamanya kekurangan energi protein, serta kekurangan zat lainnya. Tipe gizi buruk ada 3, yaitu kwashiokor, marasmus dan gabungan diantaranya. Gejala kwashiokor:
  1. Pembengkakan di seluruh tubuh
  2. Rambut tipis kemerahan dan rontok serta mudah dicabut
  3. Hati yang membesar dan otot tubuh yang mengecil
  4. Kelainan kulit berupa coklat kehitaman dan terkelupas (crazy pavement dermatosis)
  5. Sering disertai anemia dan diare
Gejala Marasmus:
  1. Badan tampak sangat kurus seperti tinggal tulang yang dibalut kulit
  2. Wajah seperti orang tua dan kulit keriput dengan lemak yang sedikit
  3. Perut terlihat cekung dan iga mengambang
  4. Sering disertai diare kronik atau susah buang air besar
  Ketahui apa itu campak Campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh Morbilivirus dan memiliki masa inkubasi 7-14 hari dan sangat menular serta sering terjadi pada anak-anak. Gejala yang sering ditemui pada anak dengan campak antara lain adalah:
  1. Demam tinggi biasanya 4-7 hari
  2. Badan lemas dan nafsu makan menurun
  3. Timbul bercak kemerahan di seluruh tubuh
  4. Batuk (cough), peradangan selaput mukosa (coryza), dan mata merah meradang (conjungtivitis)
Anak dengan gizi buruk akan mengalami penurunan sistem imun tubuh sehingga lebih rentan terhadap infeksi. Di Kabupaten Asmat juga terjadi KLB campak sehingga anak-anak dengan gizi buruk gampang terkena virus campak dan penyebarannya menjadi sangat cepat. Penanganan gizi buruk dan campak harus bersama-sama sehingga penyebarannya dapat dihentikan.   Penanganan medis anak dengan gizi buruk Penanganan gizi buruk dan campak harus dilakukan oleh berbagai sektor, bukan hanya dari sektor kesehatan. Penatalaksaanaan anak dengan gizi buruk berupa 10 langkah tata laksana gizi buruk:
  1. Mencegah dan mengatasi hipoglikemia dengan memberikan dekstrose 10% 2. Mencegah dan mengatasi hipotermia dengan mempertahankan suhu tubuh. 3. Mencegah dan mengatasi dehidrasi 4. Memperbaiki gangguan elektrolit 5. Mengobati infeksi 6. Memperbaiki kekurangan zat gizi mikro dengan pemberian tablet besi dan multivitamin lain 7. Memberikan makanan untuk stabilisasi dan transisi. 8. Memberikan makanan untuk tumbuh kejar. – Energi : 150-220 kkal/kg BB – Protein : 3-4 gr/kg BB/hr –  BB < 7 kg : makanan bayi –  BB > 7 kg : makanan anak. 9. Stimulasi sensorik dan dukungan emosional pada anak gizi buruk. 10. Tindak lanjut dirumah dan dinyatakan sembuh apabila gejala klinis sudah tidak ada dan 80% BB/U normal atau 90% BB/TB.
  Pemberian makan bagi anak dengan gizi buruk Pada anak dengan gizi buruk dilakukan pemberian makan secara teratur, bertahap, porsi kecil, sering dan mudah diserap oleh pencernaannya. Pemberian makan dapat dimulai setiap 2 jam kemudian ditingkatkan 3 jam atau 4 jam. Aneka ragam makanan, makanan mengandung minyak, santan, lemak, dan buah serta ASI harus diperhatikan pemberiannya pada anak dengan gizi buruk.   Mencegah campak pada anak Pasien yang terkena campak juga sebaiknya diisolasi untuk mencegah penyebaran yang lebih luas lagi. Pencegahan agar tidak terkena penyakit campak dapat dilakukan imunisasi MR. Vaksin MR dapat mencegah anak terkena penyakit campak (measles), dan rubela. Vaksin diberikan sebanyak 2 dosis:
  1. Dosis pertama anak usia 12-15 bulan
  2. Dosis kedua saat anak berusia 4-6 tahun
Vaksin MR sangat aman dan 97% efektif mencegah penyakit campak dan rubela. Mari cegah penyakit campak dengan membawa anak anda segera untuk mendapatkan vaksin MR di layanan kesehatan terdekat.     Referensi:
  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) dalam Angka Provinsi Papua 2013. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
  3. Amindoni A. Korban jiwa akibat campak dan gizi buruk di Asmat terus meningkat.[internet]. Retrieved from http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-42685981 (25.01.2018)
  4. Tim Viva. Info baru kasus campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat.[internet]. Retrieved from https://www.viva.co.id/gaya-hidup/kesehatan-intim/999486-info-baru-kasus-campak-dan-gizi-buruk-di-kabupaten-asmat (25.01.2018).
  5. Departemen Kesehatan RI. Gizi Buruk. [internet]. Retrieved from: http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:Wqlh_kPeG3IJ:gizi.depkes.go.id/wp-content/uploads/2011/10/ped-tata-kurang-protein-pkm-rt.doc+&cd=6&hl=en&ct=clnk&gl=id&client=firefox-b-ab (25.01.2018)
  6. SP Chen S. Measles. [internet]. 2017. Retrieved from: https://emedicine.medscape.com/article/966220-clinical?src=refgatesrc1 (25.01.18).