Ginjal buatan yang bisa diimplantasi ke tubuh manusia telah ditemukan. Ginjal ini dikembangkan oleh Shuvo Roy dan tim di Universitas California, AS. Ginjal buatan yang bisa diimplantasi ini dapat menggantikan seluruh fungsi vital ginjal. Tidak hanya membuang racun dari tubuh, tetapi dapat menggantikan fungsi metabolik dan menghasilkan hormon selayaknya ginjal normal. Jika ginjal ini berhasil dalam uji coba pada manusia, kemungkinan besar penemuan ini dapat menggantikan cuci darah dan transplantasi ginjal. Ginjal buatan ini sebesar cangkir kopi, terdiri dari dua bagian - filter (gambar di bawah kanan) dan seluler. Bagian pertama menyaring racun dari peredaran darah dan terbuat dari silikon. Darah yang telah tersaring didorong ke bagian kedua yang terbuat dari silikon dan dilapisi dengan sel ginjal manusia. Sel ginjal ini dapat mengabsorbsi air, glukosa, natrium, memproduksi vitamin D dan meregulasi tekanan darah. Produk sisa dibawa ke sebuah tabung yang dilekatkan pada kantong kemih dan kemudian diekskresi sebagai air seni. Menurut dr. Alka Bhasin, Nefrologis, ginjal buatan ini lebih baik daripada dialisis, bahkan lebih baik daripada transplantasi. Selain itu, pasien tidak perlu takut adanya reaksi penolakan tubuh karena ginajl ini tidak akan memicu sistem pertahanan tubuh untuk menyerang benda asing . Percobaan pada binatang telah menunjukkan hasil yang baik selama ini. Sekarang, sedang dilakukan persiapan untuk percobaan pada manusia. Diharapkan hasilnya telah diketahui dalam 5-7 tahun ke depan. Tentunya  semua orang, terutama pasien gagal ginjal, sangat berharap percobaan ini berhasil dan sesegera mungkin dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika berhasil, ginjal buatan ini tak pelak lagi dapat membantu pasien dalam stadium akhir gagal ginjal  (keterangan lengkap mengenai gagal ginjal dapat dibaca di sini ) dan pasien yang menjalani hemodialisa seumur hidup. Sumber : Medindia