Remaja perempuan kini memiliki tingkat gangguan pendengaran yang semakin menyamai angka pada remaja pria. Sebuah analisis dari data di Amerika Serikat menunjukkan demikian. Dari tahun 1988 hingga 1994, tes pendengaran menunjukkan bahwa 18.5% dari remaja mengalami gangguan pendengaran yang signifikan sebelum mencapai usia 19 tahun. Pada tahun 2005 hingga 2008, tingkat gangguan pendengaran pada remaja usia 16-19 tahun menurun menjadi 17.7%, dibandingkan dengan meningkatnya persentase remaja yang mendengarkan musik dengan headphone. Saat tingkat penurunan pendengaran menurun pada remaja pria, angka ini meningkat lebih dari 5% pada remaja perempuan. Pada tahun 2005 hingga 2008, 16.7% remaja perempuan dan 17.7% remaja pria memgalami gangguan pendengaran sebelum usia 19 tahun. Suara bising menyebabkan berkurangnya tajam pendengaran dengan terjadinya kerusakan pada rambut sensoris di dalam koklea telinga. Ini adalah proses yang kumulatif yang tidak hanya bergantung pada volume suara bising namun juga dipengaruhi oleh lamanya waktu paparan dengan level suara yang dapat menimbulkan kerusakan pendengaran. Beberapa orang lebih rentan terhadap terjadinya gangguan pendengaran. Elisabeth Henderson dan koleganya dari Harvard University menyatakan “Gangguan pendengaran yang disebabkan oleh suara bising ini masih belum nyata terlihat pada usia 12 hingga 19 tahun namun gangguan ini dapat semakin terlihat jelas pada usia pertengahan 20 tahun.” Henderson dan kolega melaporkan penemuan mereka ini pada bulan Januari 2011 pada jurnal Pediatrics. Sumber: http://www.webmd.com/parenting/news/20101227/teen-hearing-loss-girls-catch-up-with-boys