Flu orgasme sering dialami oleh para lelaki setelah mereka melakukan hubungan seksual. Gejala yang mereka alami seperti flu-like syndrome  yaitu bersin-bersin, runny nose, mata berair, sakit kepala. Flu orgasme ini dikenal pula dengan  nama Post Orgasmic Illness Syndrome (POIS). Menurut seorang professor dari Belanda, Marcel Waldinger, POIS terjadi karena adanya reaksi alergi terhadap cairan mani orang tersebut. Hal ini diketahui dengan  melakukan sebuah penelitian pada 45 orang lelaki di Belanda. Dari 33 orang didapatkan reaksi alergi positif setelah dilakukan sensitisasi dengan tes skin-prick (melakukan pemaparan cairan mani  pada kulit).  Menurut Waldinger, reaksi alergi tidak akan terjadi saat masturbasi, namun saat ejakulasi  (pengeluaran cairan mani) .  Waldinger mengatakan bahwa POIS merupakan hal yang jarang ditemukan, karena pasien jarang mengkonsultasikannya ke dokter pribadi mereka, POIS tidak berbahaya hanya saja mengurangi rasa kenyamanan saat berhubungan seksual dengan pasangan. Dalam penelitian keduanya, Waldinger mencoba untuk mengobati 2 pasien terdiagnosa POIS. Waldinger melakukan terapi hiposensitisasi dimana pasien akan dipapar oleh allergen (cairan mani)dengan kadar yang rendah, secara berulang-ulang hingga kadar yang tinggi. Setelah 3 tahun, akhirnya gejala POIS berkurang pada kedua pasien ini. Waldinger mengatakan proses pengobatan seperti ini memang memakan waktu yang lama, biasanya hingga 5 tahun. Lalu, bagaimana dengan para pria di Indonesia? Apakah pernah mengalami Flu Orgasme?