Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat atau FDA akan meluncurkan kampanye anti tembakau senilai 115 juta dolar AS. Kampanye ini ditujukan untuk 10 juta orang usai 12 sampai 17 tahun. Kelompok usia ini dinilai sebagai target yang pantas karena remaja usia 12 sampai 17 tahun tidak segan mencoba rokok atau malah sudah bereksperimen dengan rokok dan mempunyai potensi menjadi perokok. Kampanye yang baru pertama dilakukan ini bertujuan untuk mengurangi jumlah perokok anak muda setidaknya hingga 300.000 orang dalam jangka waktu tiga tahun. Kampanye ini sudah dijadwalkan untuk diluncurkan dalam dua tahun mendatang yang akan menargetkan anak muda yang beresiko kecanduan, seperti mereka yang tinggal di pedesaan, homoseksual, keturunan Afrika Amerika dan keturunan Amerika India. Kampanye pertama disebut sebagai kampanye “The Real Cost”, sudah diluncurkan pada 11 Februari 2014. "Kampanye ini menarget anak muda marginal yang mungkin mulai mengkonsumsi tembakau untuk menghadapi kehidupan miskin atau penuh stres," ujar Mitch Zeller, kepala divisi produk sembakau FDA, dalam sebuah konferensi pers. Kampanye iklan anti rokok ini akan muncul di media cetak, TV, radio dan juga billboard dan di halte bus. Tema iklan anti rokok akan menyentuh masalah-masalah yang dihadapi oleh para remaja saat kini, misalnya kepedulian akan citra diri dan penampilan, keinginan untuk menonjol dan menjadi mandiri. [caption id="attachment_27595" align="aligncenter" width="420"]Poster anti rokok Poster anti rokok CDC 2013[/caption] Dalam salah satu seri iklan tersebut, ditampilkan seorang anak muda yang sedang mengintimidasi dan meminta uang. Iklan di media cetak juga menampilkan anak muda bertubuh kecil dan rambutnya berminyak berdiri di dalam sebuah loker sekolah dengan gayanya yang mengintimidasi dan berteriak, “Keluar Sekarang, Punk.” Slogan iklan tersebut bertuliskan: “Kamu tidak terima tekanan dari seorang bully kecil, tapi begitu kamu kecanduan tembakau, kamu terima tekanan dari rokok.” Dan iklan lainnya juga berfokus pada masalah kesehatan yang disebabkan oleh rokok, khususnya terhadap kulit dan gigi. Pada salah satu iklan anti rokok ini untuk media televisi dalam seri kampanye ini, diperlihatkan seorang anak perempuan pergi ke toko kelontong untuk membeli satu pak rokok. Ia membayar tapi kasir mengatakan “Kurang.” Lalu anak perempuan tersebut mengelupas kulit wajahnya dan menyerahkannya pada kasir. Versi iklan laki-laki dengan tema yang sama, menampilkan seorang pria muda membeli satu pak rokok mentol. Ketika kasir mengatakan kalau uangnya tidak cukup, lalu ia mengambil kunci Inggris, menarik salah satu giginya, dan menyerahkannya pada kasir. Zeller yakin dengan peluncuran seri iklan-iklan ini mereka akan mencapai hasil yang diinginkan yaitu menjauhkan anak muda dari merokok. Terlepas dari penilaian apakah kampanye ini berhasil atau tidak, FDA berencana memonitor 8.000 anak muda selama dua tahun untuk mengukur perubahan perilaku terhadap tembakau dan perilaku sebelum dan setelah kampanye tersebut diluncurkan. FDA menyatakan bahwa setiap hari, lebih dari 3.200 orang di bawah usia 18 tahun mencoba rokok pertama mereka dan lebih dari 700 menjadi perokok harian. Selain itu, data juga menunjukkan bahwa sembilan puluh persen perokok dewasa mulai merokok sebelum usia 18. "Hal inilah yang menyebabkan mengapa sebuah  intervensi awal sangat penting,” kata Komisioner FDA, Margaret Hamburg dalam konferensi pers tersebut. Kampanye ini bernilai total 400 juta dolar didanai oleh iuran yang dibayarkan ke FDA oleh industri tembakau di bawah UU 2009 yang memberikan FDA kewenangan untuk meregulasi rokok, rokok tembakau dan rokok yang dilinting sendiri. FDA diharapkan segera memperpanjang kewenangan regulatorinya ke rokok elektronik dan cerutu. Regulasi yang diusulkan sedang diperiksa oleh Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih.   Sumber :  Badan Pengawas Obat dan Makanan AS Luncurkan Kampanye Anti-Tembakau Untuk Anak Muda. [homepage on the Internet]. 4 Februari 2014 [cited 2014 May 29]. Available from: VOA Indonesia, Web site: Badan Pengawas Obat dan Makanan AS Luncurkan Kampanye Anti-Tembakau Untuk Anak Muda Penulis: Gloria Safira - Jurnalis TanyaDok Review Medis: dr. Agnes Susanto - Editorial TanyaDok