Facebook dan SMS, dua hal yang banyak digunakan remaja saat ini. Berkat adanya kemajuan teknologi, kedua hal ini membantu orang untuk bersosialisasi dengan lebih cepat dan murah, serta jangkauan luas. Namun, kemajuan itu ternyata membawa dampak negatif. Salah satunya adalah pornografi dan pergaulan bebas. Hal tersebut diungkapkan oleh para peneliti dari Amerika Serikat yang melakukan survei tertutup terhadap 4.00 siswa di Amerika Serikat. Dalam survei tersebut terungkap bahwa satu dari lima siswa termasuk hyper-texter (mengirim SMS lebih dari 120 kali dalam sehari) dan satu dari sembilan siswa adalah hyper-networker atau mereka yang menghabiskan waktunya lebih dari tiga jam sehari di Facebook atau situs pertemanan lainnya. Kebanyakan adalah remaja putri. Remaja yang tergolong hyper-texter ternyata lebih rentan terhadap pergaulan bebas dan kecanduan alkohol serta narkoba dibanding remaja dengan frekuensi mengirim SMS biasa saja. Mereka juga lebih rentan terlibat dalam perkelahian dan penggunaan narkoba. Bagaimana dengan remaja yang hyper-networker? Ternyata mereka lebih rentan terlibat dalam perilaku yang berisiko seperti kecanduan alkohol atau perkelahian. Remaja yang kecanduan ber-SMS atau aktif dalam jaringan pertemanan sosial pada umumnya adalah remaja yang kurang pengawasan dari orangtuanya. Selain itu, remaja hyper-texter dan hyper-networker itu biasanya adalah remaja dari orangtua tunggal atau berpendidikan rendah. Mereka juga biasanya memiliki karakter impulsif dan tidak tahan terhadap tekanan teman sebayanya. Sumber: Kompas