Pagi itu , Para dokter-dokter muda berbaris rapi, air muka mereka semua memancarkan sinar harapan dan penuh syukur atas perjuangan keras mereka selama ini. Hari ini, saat ini adalah momen yg berharga bagi seluruh dokter muda ini, dengan tangan diletakkan di dada, dihadapan para pemuka agama dan kitab-kitab suci dari masing-masing agama sesuai kepercayaan mereka, mereka mulai mengucapkan sumpah mereka, sumpah hipokrates.....

Di atas merupakan prolog dari prosesi dokter muda yang telah menyelesaikan pendidikan profesi dokter, sebelum mereka terjun ke masyarakat. Napak tilas untuk menyegarkan memori kita sumpah dokter yang terucap dari tiap-tiap jiwa muda yg dijanjikan, untuk dijalani dalam kehidupan sehari-hari sebagai manusia “berjas putih“  selama hayat kita.

image-02-large

“SUMPAH HIPOKRATES“

“ Demi Tuhan, saya bersumpah bahwa…..

  • Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan;

  • Saya akan memberikan kepada guru-guru saya penghormatan dan pernyataan terima kasih yang selayaknya;

  • Saya akan menjalankan tugas saya dengan cara yang berhormat dan bermoral tinggi, sesuai dengan martabat pekerjaan saya;

  • Kesehatan penderita senantiasa akan saya utamakan;

  • Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan saya dan karena keilmuan saya sebagai dokter;

  • Saya akan memelihara dengan sekuat tenaga martabat dan tradisi luhur jabatan kedokteran;

  • Saya akan memperlakukan teman sejawat saya sebagai mana saya sendiri ingin diperlakukan;

  • Dalam menunaikan kewajiban terhadap penderita, saya akan berikhtiar dengan sungguh-sungguh supaya saya tidak terpengaruh oleh pertimbangan keagamaan, kebangsaan, kesukuan, politik kepartaian, atau kedudukan sosial;

  • Saya akan menghormati setiap hidup insani mulai dari saat pembuahan;

  • Sekalipun diancam, saya tidak akan mempergunakan pengetahuan kedokteran saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan hukum perikemanusiaan;

Saya ikrarkan sumpah ini dengan sungguh-sungguh dan dengan mempertaruhkan kehormatan diri saya.“

Semua dokter Indonesia pastinya tidak asing lagi dengan sumpah di atas. Sumpah di atas sifatnya mengikat dan karena itu, semua dokter di dunia, temasuk di Indonesia dituntut untuk memegang teguh sumpah ini.

Lantas apa makna dari sumpah ini?

Sumpah ini mengikat dokter untuk selalu memberikan yang terbaik tanpa memandang suku, ras, agama ataupun keanggotaan partai politik, untuk selalu mengedepankan kesehatan pasiennya dan selalu memberikan yang terbaik untuk kesehatan pasien dan pekerjaannya. Selain itu, melalui sumpah ini, para dokter juga saling mengikatkan diri dalam satu keluarga besar yang saling menghormati dan saling solider.

Oleh karena sumpah yang pernah diucapkan inilah, pada tanggal 27 November 2013, para dokter bersatu dalam satu aksi solidaritas dokter yang mengecam kejadian-kejadian hukum yang seakan-akan memojokkan para dokter padahal tak seorang pun dokter di dunia yang berintegritas dan bermartabat ini beniat mencelakakan pasiennya.

Seorang dokter yang telah disumpah dan menjalankan dengan sepenuh hati akan  menjalankan tugasnya sesuai dengan standar prosedur, standar profesi serta kompetensinya tentu tidak akan pernah berniat dan dengan sengaja mencelakakan pasiennya.

Setiap Dokter akan berusaha sebaik-baiknya untuk kesehatan pasiennya namun kesembuhan tetap di tangan Yang Maha Kuasa.

Hai, para dokter-dokter di Indonesia yuk mari kita tetap berpegang teguh pada Sumpah Hipokrates yang pernah kita ucapkan ini dan terus melakukan yang terbaik dalam karya dokter kita. Salam sehat!

Referensi :

Wikipedia. Sumpah Dokter Indonesia. 2012 Desember 11. [cited 2013 November 26]. Available at : http://id.wikipedia.org/wiki/Sumpah_Dokter_Indonesia