Dapat dikatakan bahwa kemampuan untuk mengatur emosi pada wanita lebih sulit daripada pria. Profesor Chester Ray melakukan penelitian dengan memberikan soal matematika kepada pria dan wanita. Baik pria maupun wanita menunjukkan peningkatan pada tekanan darah dan denyit nadi mereka. Pada umumnya, saat terjadi peningkatan denyut nadi dan tekanan darah, arus darah dari jantung akan semakin terpompa ke otot, sehingga dapat bekerja lebih kuat. Namun, terdapat suatu perbedaan antara pria dan wanita. Pada wanita saat kerja jantung meningkat, tidak diikuti dengan peningkatan aliran darah menuju jantung. Maka dari itu, wanita memiliki risiko lebih tinggi akan keluhan jantung yang berkaitan dengan emosi. Pada sebuah penelitian hal ini dibuktikan. Sejumlah sembilan pria dan delapan wanita diberikan kasus soal matematika. Pada umumnya usia mereka adalah berkisar usia 20 tahun. Saat itu tekanan darah dan denyut nadi diukur. Selain itu ultrasound juga digunakan untuk mengukur aliran darah menuju otot jantung. Pemeriksaan dilakukan sebelum, saat, dan sesudah mengerjakan soal. Sebelum mengerjakan soal matematika, tidak ada perbedaan signifikan antara pria dan wanita. Namun saat diberikan tekanan emosi tambahan, pria menunjukkan tingkat aliran darah yang meningkat menuju darah pada jantung. Sedangkan hal ini tidak terjadi pada wanita. Hal inilah yang ditakutkan, sebab wanita akan memiliki risiko gangguan jantung yang berkaitan dengan tingkat stress. Maka disimpulkan bahwa menurunkan tingkat stress dalam kehidupan sehari-hari itu sangatlah penting, terutama bagi para wanita. Pola hidup sehat selain diet dan olahraga juga patut didukung dengan mengontrol emosi dalam kegiatan sehari-hari.