Dirgahayu Indonesia tanah airku tercinta! Sudah 68 tahun kita merayakan hari kemerdekaan Indonesia dari penjajahan bangsa asing. Besok, 17 Agustus 2013, setiap instansi pemerintahan, sekolah, kantor, atau tepatnya semua lapisan masyarakat Indonesia akan melakukan upacara dan merayakan hari kemerdekaan dengan berbagai permainan yang meriah. Tapi bagaimanakah dengan status kesehatan masyarakat di negara kita? Negara yang merdeka tidak berarti dapat menjalankan segala fungsinya secara optimal apabila masyarakatnya tidak mempunyai status kesehatan yang optimal. Berikut beberapa fakta kesehatan di negara kita selama beberapa tahun terakhir:
  • Secara nasional hanya 24,9 persen rumah penduduk di Indonesia yang tergolong rumah sehat.
  • Secara nasional prevalensi penduduk umur 15 tahun ke atas yang merokok tiap hari sebesar 28,2 persen. Rata-rata jumlah batang rokok yang dihisap tiap hari oleh lebih dari separuh (52,3%) perokok adalah 1-10 batang dan sekitar 20 persen sebanyak 11-20 batang per hari. Rata-rata umur mulai merokok secara nasional adalah 17,6 tahun.
  • Secara nasional, angka kekurangan gizi sebanyak 17,9 persen tahun 2010. Angka gizi buruk sebanyak 4,9 persen tahun 2010.
  • Berdasarkan survei kedokteran pada 2012, angka kematian ibu masih di atas 200 setiap 100 ribu kelahiran. Sedangkan kematian anak di atas 34 per 100 ribu kelahiran.
  • Angka kematian balita (Akaba) di Indonesia masih cukup tinggi, yakni 40 per 1000 kelahiran hidup. Pneumonia (infeksi paru) dan diare merupakan penyakit infeksi penyebab kematian balita terbanyak. Lebih dari 50.000 balita meninggal karenanya.
  • Data Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) tahun 2009 menunjukkan, penyebab kematian utama di RS akibat stroke adalah sebesar 15 persen. Artinya 1 dari 7 kematian disebabkan oleh stroke dengan tingkat kecacatan mencapai 65 persen.
  • Secara nasional, penderita AIDS tercatat 11.141 kasus dan HIV 6.066 kasus. Di Papua sendiri, jumlah penderita HIV/Aids tercatat 2.199 orang.
  • Penyebaran tenaga medis di wilayah Indonesia masih belum merata. Hal ini menjadi penyebab pelayanan kesehatan yang memadai pun tidak merata diterima seluruh penduduk di Indonesia. Tenaga dokter di Indonesia sudah bisa dibilang cukup, yaitu 33 per 100.000 penduduk. Sedangkan aturan yang ditetapkan oleh WHO untuk jumlah tenaga dokter adalah 40 per 100.000 penduduk.
Beberapa kali masyarakat Indonesia juga dilanda wabah atau kejadian luar biasa terhadap penyakit. Diantaranya adalah demam berdarah, muntaber, filariasis (kaki gajah), sampai flu burung. Telah banyak korban berjatuhan dari wabah tersebut. Untungnya, peran dan tindak lanjut yang cepat dari pemerintah mampu menahan dan bahkan menurunkan angka kematian yang disebabkannya.

Mulailah dari diri sendiri

Lantas, apa sajakah peran kita untuk memajukan kesehatan Indonesia? Tidak perlu menjadi seorang petugas kesehatan untuk bisa membantu meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat Indonesia. Menjaga kesehatan diri sendiri adalah langkah pertama dan yang paling mudah dapat dilakukan. Mengelola perilaku sehat, seperti pola konsumsi makanan yang sehat, olahraga yang teratur, dan tidak merokok, tidaklah sulit apabila kita dapat disiplin terhadap diri sendiri. Bagaimanakah mungkin kita dapat membantu orang lain untuk dapat hidup sehat jika diri kita sendiri tidak menjaga kesehatan? Setelah dapat menjaga kesehatan diri sendiri, lantas langkah berikutnya adalah menjaga membuat lingkungan yang sehat. Membangun rumah yang sehat, menjaga kebersihan lingkungan, merawat fasilitas umum, menghijaukan lingkungan rumah, tidak membuang sampah sembarangan, dan masih banyak lagi contoh perilaku sehat yang dapat membangun lingkungan sehat.  Tanpa perlu menunggu aksi dari pemerintah, sebetulnya kita pun bisa membangun sendiri lingkungan yang sehat. Tentunya anda sudah sering (bahkan sampai bosan) mendengar istilah 'lebih baik mencegah daripada mengobati'. Kata-kata tersebut bukanlah kiasan belaka. Tahukah anda, lingkungan yang sehat dapat mempengaruhi status kesehatan seseorang sebanyak 15%, dan 85% sisanya dari perilaku sehat terhadap diri sendiri. Sadar akan kesehatan, cek kesehatan secara berkala ke dokter juga dapat meningkatkan status kesehatan masyarakat. Bahkan, baru-baru ini banyak instansi kesehatan yang mulai menggalakkan gerakan mari bertanya ke dokter. Janganlah pernah ragu dan bosan untuk bertanya kepada kami! Tentu saja, saran-saran dari dokter perlu dipatuhi. Merdeka dari penjajah bangsa sudah dilakukan oleh nenek moyang kita. Sekarang, saatnya kita untuk merdeka dari penyakit yang kini datang dan pergi menjajah bangsa kita. Ayo, Indonesia merdeka dari sakit! Gunakan wallpaper TanyaDok: Indonesia Merdeka Dari Sakit ini untuk menjadi wallpaper laptop, handphone, smartphone, atau BB kamu, pasang jadi profile di facebook atau twitter, dan sebarkan pesan ini kepada saudaramu rakyat Indonesia! tanyadok-merdeka_500x500 tanyadok-merdeka-dari-sakit-2