Laporan Global TBC 2013 Tuberkulosis masih merupakan masalah kesehatan besar secara global. Di tahun 2012, diperkirakan 8,6 juta orang positif TBC dan 1,3 juta jiwa meninggal akibat penyakit ini, termasuk di dalamnya 320.000 kematian orang-orang dengan HIV positif. Sudah lebih dari 20 tahun, WHO mendeklarasikan penyakit TBC ini sebagai masalah gawat untuk kesehatan dunia dan sudah cukup banyak pencapaian negara-negara di dunia yang didapat dalam konteks Millenium Development Goals (MDGs) yang akan berakhir di tahun 2015. Dua tahun menuju penghujung MDGs dan laporan tahun 2013 ini disusun agar bisa dievaluasi kemajuan apa saja yang sudah dicapai dan poin-poin mana saja yang menjadi prioritas untuk diupayakan agar target MDGs tahun 2015 bisa tercapai. Pencapaian hingga tahun 2013 adalah:
  1. Persentase kasus TB baru menurun secara global dalam satu dekade ini dan target global MDG telah tercapai. Selain itu insiden TBC juga menurun di keenam area WHO regional sekalipun kecepatan penurunan masih tergolong lambat (2% per tahun)
  2. Angka mortalitas TBC secara global di tahun 2012 berkurang hingga 45% sejak tahun 1990 sehingga target penurunan angka mortalitas penyakit ini hingga 50% di tahun 2015 besar kemungkinannya tercapai.
  3. Dua wilayah WHO, wilayah Amerika dan wilayah Pasifik Barat, sudah mencapai target 2015 untuk penurunan insidensi, prevalensi dan mortalitas.
  4. Dari 22 negara dengan jumlah kasus TBC yang tinggi, penyumbang 80% total kasus penyakit tuberkulosis di dunia, 7 negara sudah mencapai target 2015 untuk penurunan insidensi, prevalensi dan mortalitas TB. Selain itu, 4 negara lainnya juga masih dalam jalurnya untuk mencapai target MDGs 2015.
  Lima prioritas aksi untuk mempercepat pencapaian target 2015:
  1. Jangkau kasus-kasus TBC yang terlupakan – sekitar 3 juta orang yang terkena tuberkulosis tidak terjangkau oleh sistem deteksi nasional.
  2. Sikapi MDR-TB (multi-drug resistant TB) sebagai krisis kesehatan masyarakat – dalam penanganan kasus MDR-TB, negara perlu meningkatkan kapasitas diagnosa MDR-TB bersamaan dengan memasok obat-obat yang berkualitas serta meningkatkan kapasitas negara dalam menangani dan mengobati secara efektif.
  3. Percepat respon terhadap penderita TB dan HIV positif – prioritas utama adalah meningkatkan cakupan terapi antiretrovirus untuk pasien TB dengan HIV positif hingga 100%.
  4. Tingkatkan dana anggaran untuk memenuhi semua kebutuhan – diperkirakan sebuah negara dengan pendapatan per kapita rendah hingga menengah, perlu setidaknya 7-8 milyar US dolar dalam penanganan penuh penyakit TBC yang epidemis.
  5. Tingkatkan penggunaan dan implementasi inovasi terbaru – penggunaan alat dan strategi baru perlu untuk perbaikan pada diagnosa, terapi dan pencegahan semua jenis TBC.
  Baca laporan lengkapnya dengan Download Laporan Global Tb 2013 - Ringkasan Eksekutif   Sumber: WHO | Global Tuberculosis Report 2013. [homepage on the Internet]. March 2014 [cited 2014 Mar 21]. Available from: WHO, Web site: Global Tuberculosis Report 2013