Tuberkulosis masih merupakan masalah kesehatan besar secara global. Selama 20 tahun WHO bersama dengan negara-negara yang tergabung di dalamnya berupaya untuk mengentaskan penyakit TBC ini. Oleh karena itu, penyakit TBC masuk menjadi salah satu poin dalam Millenium Development Goals yang akan berakhir di tahun 2015. Sekarang kita sudah berada di awal 2014. Sudah sampai sejauh manakah pencapaian dunia terhadap MDSs yang dicanangkan? Oleh karenanya laporan global TBC tahun 2013 ini disusun. Agar dunia tahu apa-apa saja pencapaian yang sudah didapat dan bagian mana yang masih harus menjadi prioritas aksi agar bisa mencapai target MDGs 2015 nanti. Hasil laporan tahun 2013 ini, ada 22 negara dengan beban TBC yang tinggi (High Burden Countries – HBC). Negara-negara HBC ini menyumbang 80% total kasus TB yang ada di dunia. Namun, dari laporan global 2013, hanya 7 dari 22 negara yang sudah berhasil mencapai target MDGs 2015: menurunkan insiden kasus TB dan angka mortalitas penyakit ini. Kemudian ada 4 negara yang sudah berada di jalurnya untuk mencapai target ini. Dan akhirnya, masih ada 11 negara yang tidak berada pada jalurnya dan dikhawatirkan tidak mencapai target MDGs 2015. Indonesia – dimanakah kita? Indonesia termasuk sebagai salah satu dari 22 negara yang memiliki beban TBC yang tinggi (High Burden Countries – HBC). Dan ternyata, Indonesia masuk ke dalam 11 negara yang tidak on track dalam mencapai target MDGs 2015! Saat ini Indonesia sudah mencapai target MDGs 2015 dalam mengurangi insidensi dan mortalitas TBC tapi belum dapat mengurangi prevalensi penyakit ini sampai dengan separuhnya dari rasio prevalensi pada tahun 1990. Dikatakan bahwa saat ini sedang dilakukan data survei prevalensi TB untuk bisa memperbaharui data). Target global untuk terapi sudah dicapai dengan sukses selama lebih dari satu dekade. Apa tantangan dan prioritas aksi yang perlu dilakukan Indonesia?
  1. Dibutuhkan penemuan kasus yang lebih lanjut dengan hubungan kerja sama yang lebih baik dengan berbagai pihak swasta, terutama rumah sakit-rumah sakit besar, dokter praktik pribadi.
  2. Perbaikan kapasitas sumber daya manusia
  3. Dibutuhkan dukungan dari sistem kesehatan yang menunjang perbaikan regulasi obat dan kapasitas manajemen suplai
  4. Dibutuhkan sistem kesehatan yang berkapasitas dan terprogram untuk mendeteksi dan menangani kasus-kasus MDR-TB
  5. Secara finansial dibutuhkan anggaran yang cukup baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah termasuk juga penyelenggaraan skema jaminan kesehatan nasional semesta serta adanya kontribusi dari sektor sosial.
Indonesia sebagai negara keenam dengan jumlah penderita TB tertinggi di dunia, kini adalah saat kita beraksi! Selamatkan bangsa dengan Menjangkau 3 Juta – Cari Obati Sembuhkan TB. Download dan baca laporan lengkapnya di Supplement - Countdown to 2015, Profil Penyakit TBC Indonesia 2013 dan Anggaran Biaya Penyakit TBC - Indonesia 2013   Sumber: WHO | Global Tuberculosis Report 2013. [homepage on the Internet]. March 2014 [cited 2014 Mar 21]. Available from: WHO, Web site: Global Tuberculosis Report 2013 WHO | Global Tuberculosis Report 2013. Suppelement – Countdown to 2015 [homepage on the Internet]. March 2014 [cited 2014 Mar 21]. Available from: WHO, Web site: Suppelement – Countdown to 2015