"Penting bagi dokter untuk memahami deteksi dini pada kanker serviks.", demikian ujar dr. Laila Nuranna, SpOG(K) dalam seminar Deteksi Kanker Serviks dan Kanker Payudara, yang dilaksanakan di Wisma Kemenpora, Senayan pada Sabtu (11/2) lalu. Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dokter umum terhadap deteksi dini terhadap dua penyakit kanker yang dapat mematikan pada wanita. Menurut dr. Laila, kanker serviks adalah kanker peringkat pertama secara patologis, namun secara community based atau hospital based (yang masuk ke rumah sakit-red) kanker payudara yang terutama. Dengan mengenal deteksi dini maka diharapkan akan mengurangi angka kejadian dalam masyarakat. Menurut dr. Laila yang juga dari Female Cancer Programme, deteksi dini kanker serviks dapat dilakukan dengan dengan Pap-Smear, IVA, walaupun dapat dilakukan juga dengan penambahan vaksinasi HPV yang harganya masih lebih mahal. Dalam melakukan skrining terhadap kanker serviks, dr. Laila menyebutkan bahwa target program ini adalah melakukan skrining pada 70-80% wanita, terutama di DKI Jakarta. Dengan adanya perluasan skrining ini diharapkan dapat mencakup lebih banyak lagi deteksi dini dan membuat perhitungan terhadap insidensi kasus kanker serviks. Dengan diketahuinya metode IVA dan Pap-Smear ini diharapkan masyarakat pun semakin paham dan sadar terhadap keadaan keehatan mereka, terutama pada kanker serviks.