Dengan berkembangnya teknologi, kini ditemukan biomarker (penanda biologis) pada jantung yang beredar di dalam darah. Biomarker ini dapat digunakan apakah seseorang pernah mengalami serangan jantung atau tidak. Inilah yang diteliti oleh Scripps Translational Science Institute dan the Scripps Research Institute. Mereka meneliti circulating endothelial cells (CECs) atau sel endotel (salah satu sel yang menyusun permukaan dalam pembuluh darah) yang beredar pada pasien dengan serangan jantung. Mereka menemukan bahwa CECs pada pasien tersebut mengalami perubahan bentuk, memiliki nuklei atau inti sel yang berganda, dan lebih besar ukurannya bila dibandingkan CECs pada kelompok kontrol yang sehat. Para peneliti mengharapkan penelitian ini dapat divalidasi pada dua tahun ke depan. Sumber: Medgadget