Tampaknya sudah menjadi kepercayaan umum bahwa konon asupan satu gelas kopi dari seorang ibu akan terbawa dalam ASI dan membuat bayi sulit tidur. Namun sebuah studi menyatakan tidak demikian. Para ahli memang sudah menyetujui bahwa tidak baik untuk mengonsumsi tinggi kafein pada saat hamil maupun menyusui. Namun jika kafein diasup dalam  jumlah yang secukupnya saja, maka tidak berbahaya. Beberapa studi kecil menunjukkan bahwa adanya asupan kafein selama kehamilan meningkatkan risiko lahir prematur dan keguguran. Namun akhir-akhir ini, banyak studi yang tidak dapat menunjukkan bahayanya kafein dalam jumlah secukupnya dalam membahayakan kehamilan. Dalam tahun 2010, the American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) mengatakan 200 mg kafein per hari (satu cangkir kopi) tidak berbahaya bagi kehamilan. Nah bagaimana untuk ibu menyusui? Sebuah studi yang dipimpin dr. Ina Santos dari Universitas Negeri Pelotas Brasil, mewawancarai 885 ibu baru. Responden menjawab pertanyaan mengenai jumlah asupan kafein dan kebiasaan tidur bayi mereka. Hampir semua mengatakan mereka minum minuman berkafein selama hamil. 20 persen merupakan konsumsi kafein tinggi selama hamil, paling tidak 300 mg per hari. 14 persen mengatakan mereka konsumsi kafein tinggi setelah melahirkan. Para peneliti menemukan tidak ada hubungan antara asupan kafein dengan masalah tidur bayi. Walau demikian penelitian ini memerlukan penelitian lebih lanjut. dr. William Barth dari Rumah Sakit Umum Massachusetts mengatakan studi ini menambahkan bukti bahwa konsumsi kafein yang secukupnya aman bagi kehamilan. Ia tidak menganjurkan konsumsi lebih dari 300 mg saat hamil seperti yang terjadi pada ibu dalam penelitian di Brasil tersebut. Sumber: Pediatrics, online April 2, 2012.