Karena tingginya komplikasi dari hipertensi pada ras kulit hitam, penanganan hipertensi pada kelompok ini dianjurkan lebih agresif. Hal tersebut disampaikan oleh International Society on Hypertension in Blacks (ISHIB). Komplikasi-komplikasi yang dapat dialami oleh penderita hipertensi di antaranya stroke, gagal jantung, dan kerusakan ginjal, yang ternyata menurut pemantauan tercatat lebih sering terjadi pada pasien kulit hitam dibanding kulit putih. Belum diketahui pasti mengapa hal tersebut terjadi. Saran yang diberikan oleh ISHIB di antaranya adalah menurunkan batas kriteria hipertensi pada kelompok kulit hitam dan melakukan terapi dengan gabungan beberapa obat bila diperlukan. Tekanan darah pada orang dewasa normal adalah 120/80 mmHg. ISHIB menyarankan agar pada orang kulit hitam, bila tekanan darahnya telah mencapai 115/75 mmHg atau lebih tinggi, mereka sebaiknya mulai memperbaiki gaya hidupnya. Perubahan gaya hidup ini di antaranya meliputi mengurangi konsumsi garam, banyak memakan buah dan sayuran, banyak berolahraga, dan menurunkan berat badan. Pada orang dewasa normal, tekanan darah yang dianggap tinggi adalah apabila telah mencapai 140/90 mmHg. Pada orang kulit hitam tanpa riwayat penyakit jantung, diabetes, atau kerusakan organ, tekanan darah 135/85 mmHg sudah dianggap sebagai hipertensi dan memerlukan pengobatan. Bagi mereka yang memiliki penyakit-penyakit tersebut, pengobatan harus sudah dimulai sejak tekanan darahnya mencapai 130/80 mmHg. Kemudian untuk pengobatan, bila pengobatan dengan obat tunggal tidak mampu menurunkan tekanan darah secara cepat, dokter sebaiknya mulai mempertimbangkan terapi dengan banyak obat (multi-drug). Sumber: American Heart Association, news release, Oct. 4, 2010