ASI merupakan makanan yang paling baik dan bermanfaat untuk buah hati anda. Pemberian ASI eksklusif pada bayi dianjurkan selama 6 bulan pertama. ASI dapat dilanjutkan bagi bayi usia lebih dari usia 6 bulan, namun jangan lupa untuk diberikan makanan pendamping ASI yang adekuat. Sebab pada usia 6-12 bulan, ASI hanya dapat memenuhi sekitar 60% kebutuhan. Kemudian pada usia lebih dari 12 bulan dapat memenuhi 30% dari kebutuhan si bayi. Sampai tahun 2003, tingkat pemberian ASI di Indonesia pun tetap cenderung meningkat. ASI itu penting, sebab dari ASI terkandung seluruh kebutuhan meliputi enzim pencernaan, lemak, protein, laktosa, anti-infective protein, casein, vitamin B, vitamin C, vitamin A, serta tentunya zat besi. Berdasarkan salah satu jurnal dari Pediatrics, pada anak usia 6-12 bulan yang diberikan ASI, anak akan memiliki risiko gizi lebih sebesar 70% dibandingkan dengan anak yang tidak pernah diberi ASI. Begitu pula pada anak usia lebih dari 12 bulan, anak akan berisiko gizi lebih sebesar 49% dibandingkan dengan yang tidak diberi ASI. Selain itu, ASI dapat melindungi si anak dari gizi kurang. Beberapa keuntungan yang didapat dari ASI antara lain perlindungan terhadap infeksi, mengurangi risiko akan diare, infeksi saluran pernafasan akut, otitis media. Hal lainnya berkaitan dengan optimalisasi perkembangan anak, menurunkan risiko alergi, serta tentunya meningkatkan hubungan bayi dan anak, perkembangan intelektual dan motorik serta emosional. Walaupun ibu sibuk bekerja, namun ini bukan menjadi halangan dalam memberikan ASI eksklusif untuk bayi. ASI dapat disimpan, dan perlu diingat metode pengumpulan serta penyimpanan dapat berkaitan dengan optimalisasi keuntungan yang akan didapat oleh si bayi. Dimulai dari memilih wadah ASI yang tepat; ASI dikeluarkan langsung ke dalam gelas atau wadah plastik steril dan bersih. Kemudian segera tutup wadah dan disimpan di bagian yang paling dingin pada lemari es. Hindari meletakkan botol di daerah pintu lemari es, serta selalu menggunakan ASI yang dikeluarkan lebih dahulu. Sebaiknya, ibu memperhatikan jumlah ASI yang dapat diminum oleh bayi, agar dapat lebih mudah menyimpan dalam jumlah yang sama setiap kali menyusui. Bagi bayi yang lahir sehat tanpa keluhan, ASI yang disimpan di suhu ruangan (25 C) dapat digunakan  selama kurang dari 6 jam. Bila ASI disimpan di dalam termos atau cooler bag tertutup, dapat bertahan selama 24 jam. Sedangkan yang disimpan di suhu 4C digunakan kurang dari 5-8 hari. ASI yang diletakkan di suhu -15C seperti pada kulkas 1 pintu dapat bertahan selama 2 minggu. Kemudian, dapat bertahan lebih lama sampai 3-6 bulan bila disimpan di suhu -18C seperti pada kulkas 2 pintu. Bila dibekukan di suhu -20C, ASI dapat disimpan selama kurang dari 12 bulan. Bila ingin digunakan, jangan menggunakan microwave. Namun rendamlah susu dalam mangkuk berisi air hangat,agar tidak merubah struktur dari ASI. Kemudian ASI harus segera digunakan dalam 24 jam. Bila tidak habis, segera dibuang. Jangan simpan kembali botol ASI, bila ASI tidak habis. Mulailah memberikan nutrisi pada kehidupan buah hati anda dengan ASI. Sumber : American Academy of Pediatrics, HMBANA,  Wiliams-Arnold