Banyak ibu yang setelah melahirkan memberikan ASI kepada bayi mereka dengan suatu anggapan bahwa ASI mengandung zat gizi lengkap yang dibutuhkan oleh si bayi. Namun, The American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan semua anak termasuk bayi untuk mendapatkan 400 IU vitamin D setiap hari, dan jumlah ini tidak dapat diperoleh hanya dengan pemberian ASI. Beberapa orang dapat memperoleh vitamin D dari sinar matahari, namun AAP menyarankan untuk bayi berusia kurang dari 6 bulan sebaiknya menghindari paparan sinar matahari langsung oleh karena risiko kanker kulit yang dapat terjadi. Sementara itu, AAP merekomendasikan pemberian suplemen vitamin D dalam bentuk tetes kepada bayi yang minum ASI segera setelah lahir. Menurut suatu penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics hanya sekitar 5% sampai 13% bayi yang diberikan ASI yang menerima suplemen vitamin D antara tahun 2005-2007. Jumlah yang kecil ini mungkin diakibatkan oleh adanya salah persepsi bahwa ASI mengandung semua zat yang dibutuhkan bayi. Vitamin D membantu tubuh dalam menyerap kalsium dan fosfor dari makanan, serta penting untuk pembentukan tulang. Anak-anak yang mengalami kekurangan vitamin D yang berat dapat menderita rickets, suatu gangguan dimana tulang mengalami kelemahan dan dapat berakibat patah tulang dan deformitas tulang. Selain itu, terdapat pula bukti bahwa vitamin D dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan membantu mencegah diabetes dan kanker pada usia yang lebih lanjut. Walaupun begitu, penelitian yang lebih lanjut dibutuhkan untuk mengkonfirmasi hal ini. Sumber: LiveScience.com. Breastfed Babies Lack Necessary Vitamin D Supplements.